Jakarta, TopBusiness—Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan Program Pelatihan UMKM Digital untuk memperkuat dan memberdayakan pelaku UMKM di tanah air. Program itu ditujukan untuk memanfaatkan akses internet secara produktif guna percepatan transformasi digital nasional.
Pelatihan UMKM Digital diinisiasi BLU Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo bersama Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA). Program itu diutamakan untuk wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) dan Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP).
“Program Pelatihan UMKM Digital Online Bakti merupakan program pendampingan bagi UMK untuk melakukan on-boarding, khususnya yang berada di luar Pulau Jawa, terutama di wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) dan Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Itu untuk memperluas akses pemberdayaan secara adil dan merata, khususnya dalam penguatan perekonomian digital,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johhny G. Plate, dalam konferensi pers pelatihan tersebut, yang berlangsung melalui jaringan internet pada hari ini.
Menteri Johhny G. Plate mengapresiasi sinergitas semua pihak yang mendukung program Pelatihan UMKM Digital.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bersinergi demi terselenggaranya program ini. Perluasan dan pendalaman Program Pelatihan UMKM Digital merupakan wujud dari komitmen pemerintah untuk memajukan, memperkuat, serta memberdayakan UMKM di tanah air,” jelasnya.
Program pelatihan itu memiliki peran ntuk memberdayakan dan meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya pelaku UMKM, untuk dapat memanfaatkan infrastruktur telekomunikasi yang ada secara optimal.
“Perlu kita perhatikan bersama bahwa UMKM memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian Indonesia. Dengan adanya pandemi Covid-19, tidak sedikit pegiat usaha terdampak oleh pembatasan fisik dan sosial karena masih berbasis pada usaha konvensional atau offline,” tutur menteri tersebut.
Pelatihan UMKM Digital Kelas Bakti merupakan bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Dengan durasi program sepanjang 2,5 bulan, didukung oleh kurikulum dengan 60 modul pilihan, program ini adalah bentuk intensifikasi kegiatan pendampingan yang umumnya hanya dilakukan dalam tiga sampai tujuh hari pelatihan. “Program ini akan diikuti oleh 2.000 UMKM/UMi, baik di level on-boarding (masuk ke bisnis digital) maupun upscaling (pengembangan bisnis di ruang digital,” jelas MenteriJ Johhny Plate.
Pelatihan itu merancang 60 tema edukasi digital yang akan dijabarkan dalam rangkaian edukasi secara daring atau online.
Direktur Utama Bakti, Anang Latif menegaskan komitmen dalam mendorong pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital. “Kami melihat pentingnya UMKM memahami cara memaksimalkan teknologi digital untuk bisa bertahan. Dengan menguasai teknologi digital mereka bisa bangkit dari ekonomi yang terdampak pandemi seperti saat ini,” tegasnya.
Pelatihan Digital UMKM Indonesia akan dimulai pada 5 Oktober hingga 12 Desember 2020 dan digelar secara daring. Mempertimbangkan kondisi ekonomi setiap peserta UMKM, idEA dan Bakti Kominfo menyediakan subsidi kuota internet berbentuk pulsa untuk mengikuti rangkaian webinar ini. “Kami berharap hal ini dapat meringankan beban kuota internet para UMKM untuk bisa tetap mengikuti semua kelas pelatihan online ini,” jelas Anang.
Ketua Umum idEA, Bima Laga menyatakan, pelatihan yang akan berlangsung hingga Desember 2020 itu ditargetkan akan menjangkau lebih dari 6.000 pelaku UMKM agar bisa mengembangkan usaha menggunakan teknologi digital. “Program Pelatihan UMKM Digital yang dikemas komprehensif dengan fokus pada pelaku UMKM yang menjual produknya secara online ke pasar lokal,” ujarnya.
Konsep pelatihan ini disusun secara komprehensif mengakomodasi kebutuhan UMKM dalam bertransformasi digital. Mulai edukasi pengembangan bisnis dan keahlihan digital; edukasi tentang pentingnya kehadiran merek secara digital, edukasi dan fasilitasi UMKM untuk mengenal dan memanfaatkan e-commerce, baik e-commerce lokal maupun e-commerce nasional.
“Ada edukasi dan fasilitasi UMKM untuk memahami dan memanfaatkan pemasaran digital, serta pengoperasian digital, melalui penggunaan berbagai aplikasi yang dapat meningkatkan produktivitas usaha agar usahanya dapat tumbuh lebih cepat dan makin efisien,” tutur Bima.
Keterangan Foto: UMKM di Jakarta
Pewarta Foto: Rendy MR
