Jakarta, TopBusiness – Lembaga pemeringkat efek, PT Pefindo menegaskan peringkat idAAA untuk Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2017 Seri B milik PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) senilai Rp893,0 miliar, dan peringkat idAAA(sy) untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap I
Tahun 2017 Seri B senilai Rp55,0 miliar.
Analis Danan Dito dan Putri Amanda, dalam laman pefindo.com, di Jakarta, menyatakan bahwa keduanya akan jatuh tempo pada tanggal 12 Desember 2020. Kesiapan perusahaan untuk melunasi obligasi dan sukuk tersebut didukung oleh dana kas dan setara kas sebesar Rp 5,9 triliun pada akhir Agustus 2020 dan penerimaan angsuran atas piutang pembiayaan sekitar Rp3,2 triliun per bulan.
Efek utang dengan peringkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan. Kemampuan emiten untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut dibandingkan emiten Indonesia lainnya adalah superior. Akhiran sy berarti peringkat mengindikasikan pemenuhan prinsip Syariah.
Didirikan pada tahun 1990, Adira Finance menyediakan layanan pembiayaan pembelian otomotif dan multiguna. Pada 30 Juni 2020, Adira Finance memiliki 17.486 karyawan untuk melayani nasabah melalui 452 jaringan usaha termasuk di dalamnya cabang syariah yang terletak di berbagai kota-kota di Indonesia.
Foto: istimewa
