TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ekonom Prediksi Gejolak Pasar AS

Achmad Adhito
9 October 2020 | 15:02
rubrik: Ekonomi
BUMN Konstruksi Ini  Setor Rp 745 Miliar ke Bisnis Listrik

Ilustrasi/Istimewa

Jakarta, TopBusiness—Beberapa bulan ke depan akan sarat dengan pemberitaan penting, yang kemungkinan akan menyebabkan gejolak di pasar AS (Amerika Serikat). Pelaku pasar mencermati perkembangan Pemilu (Pemilihan Umum) AS, kemajuan stimulus fiskal, serta kemajuan vaksin Covid-19.

“Oleh karena itu, premi ketidakpastian, yang besar, telah dimasukkan ke dalam kurs USD untuk menjaga kurva sangat datar. Pemilu AS sudah terbukti memecah-belah. Dan Trump, yang terpapar virus Covid-19, pada titik ini menambah ketidakpastian, memicu koreksi ekuitas pada Jumat, 2 Oktober,” kata Kepala Ekonom DBS, Taimur Baig, dalam penjelasan tertulis yang diterima hari ini oleh Majalah TopBusiness.

Data pasar tenaga kerja AS, yang buram, juga tidak membantu. Pertumbuhan pekerja di luar sektor pertanian hanya mencapai 661.000 pada September, jauh di bawah 859.000 yang diharapkan oleh konsensus. Yang menarik, pertumbuhan pekerja swasta tetap kuat meskipun pertumbuhan pekerja pemerintah tidak. “Sementara itu, penurunan tingkat pengangguran di bawah 8% juga disebabkan oleh penurunan partisipasi angkatan kerja,” Baig berkata.

Adapun ekonom DBS lainnya, Duncan Tan, berkata bahwa reaksi dalam imbal hasil surat berharga pemerintah AS, bagaimana pun, jauh lebih bernuansa. Imbal hasil surat berharga pemerintah AS sangat stabil dalam beberapa bulan terakhir, mengabaikan kebisingan politik dan data makro.

Baru-baru ini, tampaknya terdapat bias peningkatan nilai, yang ringan, karena pasar mempertimbangkan kemungkinan paket fiskal lain, yang cukup besar. Dalam kondisi pasar yang lebih agresif (risk-off environment) pada Jumat lalu (2/10/2020), imbal hasil AS naik secara drastis. Ini menggarisbawahi fakta bahwa surat berharga pemerintah mungkin tidak terlalu bermanfaat sebagai pelindung saat imbal hasil terlalu rendah.

“Karena pelaku pasar melihat potensi paket fiskal tambahan, imbal hasil obligasi berjangka waktu 10 tahun ditutup dengan nilai di atas 0,70% untuk minggu ini. Kami yakin posisi ini akan semakin kuat untuk jangka waktu menengah,” kata Tan.

BACA JUGA:   Hexindo Bertahap Akhiri Pembatasan Operasi

Sumber Foto Ilustrasi: Istimewa

Tags: dampak covid-19ekonomi amerika serikatpemilu AStaimur baig
Previous Post

Di Sumatera Barat, Hutama Karya Berikan 10.000 Masker Kain

Next Post

BNI Syariah Hadirkan Elsya MES Goes to Campus

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR