Jakarta, TopBusiness – Sejumlah pengurus Lembaga Kajian Nawacita (LKN) termasuk Pemimpin Redaksi Majalah TopBusiness M Lutfi Handayani pada Jumat (9/10/2020) melakukan kunjungan resmi ke Pusdiklat Bela Negara Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di Rumpin, Bogor. Mereka diterima Kepala Pusdiklat Bela Negara Brigjen TNI Kartiko Wardani.
Dalam kunjungan tersebut, pengurus LKN menyerahkan lukisan dan buku-buku kepada Kepala Diklat Bela Negara. Acara dilanjutkan dengan tukar pikiran tentang Program Sertifikasi Bela Negara, program yang dirancang bersama Diklat Bela Negara, LKN, dan Kampus Bela Negara.
Pemred Majalah TopBusiness M Lutfi Handayani yang juga pengurus Lembaga Kajian Nawacita (LKN) dalam acara tukar pikiran tersebut mengusulkan penerapan indeks bela negara yang berlaku untuk semua warga negara Indonesia dari berbagai latar belakang profesi. Hal itu dilakukan agar semua warga negara memiliki kesadaran untuk mengimplementasikan semangat bela negara.
Menurut Lutfi, konsep bela negara perlu diimplementasikan di seluruh aspek kehidupan dari berbagai latar belakang profesi, baik pegawai pemerintahan, karyawan perusahaan termasuk buruh di sektor informal, pelajar, mahasiswa, santri, tenaga pendidik dan lainnya.
“Kalau memungkinkan perlu dibuat semacam indeks bela negara untuk semua warga negara baik itu seorang karyawan, pelajar, santri, pendidik bahkan pekerja-pekerja di sektor informal. Kalau ada ukuran-ukurannya atau indeksnya, seberapa besar indeks bela negara,” ujar Lutfi.
Meski demikian, kata Lutfi, sebelum indeks tersebut diterapkan perlu dibuat panduan bela negara sesuai profesi dan aktivitas kesehariannya. “Kalau itu sudah ada akan cukup bagus, tinggal kita menyosialisasikan kepada masyarakat bagaimana kita melakukan edukasi ke masyarakat, ini lho panduannya. Jadi semacam P4 jaman dulu, cuma kalau dulu kan cenderung dogmatis, panduan ini lebih implementatif. Bahkan kalau mungkin dibuat aplikasi atau software-nya,” tutur dia.
Lutfi mencontohkan implementasi tata kelola perusahaan (GCG) di sektor korporasi yang sudah menggunakan software atau aplikasi khusus, sehingga bisa diukur nilai atau skor GCG suatu perusahaan. “Hal-hal ini yang menurut hemat kami bisa diimplementasikan atau ditiru dalam konteks bela negara. Bela negara kalau dia sebagai pejabat bagaimana, kalau dia sebagai aparat bagaimana, kalau dia sebagai karyawan atau pekerja sektor informal bagaimana sehingga mereka boleh mengklaim bahwa saya punya indeks bela negara dengan skor sekian,” kata dia.
Menurut Lutfi, LKN selaku organisasi yang banyak melakukan kajian-kajian akan terus mendorong bela negara guna mendukung tercapainya cita-cita Indonesia maju sesuai arahan dan kebijakan pemerintah.







Fotografer: Rendy MR/TopBusiness
