TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Harga Vaksin Covid-19 di Indonesia tak akan Beratkan Pemerintah

Albarsyah
13 October 2020 | 13:46
rubrik: BUMN
Kejar Target Ekspor, Bio Farma Sasar Pasar di Afrika

Jakarta, TopBusiness – Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir, memastikan harga untuk vaksin Covid-19 di Indonesia tidak akan memberatkan pemerintah. Kisaran harganya Rp200 ribu.

Hal tersebut disampaikan Honesti Basyir, menanggapi pemberitaan yang menyatakan bahwa Sinovac sudah menandatangani kontrak pengadaan vaksin dengan Brazil yang akan menjualnya dengan harga  USD1,96 per dosis. 

Brazil merupakan salah satu negara yang juga akan membeli vaksin Covid-19 dari Sinovac. Mengenai  harga vaksin di Brazil, yang ke luar di media massa beberapa hari terakhir, dengan harga USD 1,96 per  dosis, sudah dibantah pihak Sinovac, melalui surat resmi yang dikirimkan ke Bio Farma.

“Informasi harga vaksin Covid-19 di Brazil, telah kami klarifikasi ke pihak Sinovac. Mereka sudah  mengirimkan surat elektronik resmi ke Bio Farma, yang memastikan, bahwa informasi dalam  pemberitaan tentang kontrak pembelian 46 juta dosis dengan nilai kontrak USD 90 juta dengan  pemerintah Brazil tidak tepat, dan mengenai harga USD 1,96 per dosis pun tidak tepat. Sebab biaya  pengirimannya saja tiap dosisnya, sekitar $ 2. Atas berita ini, Sinovac tengah menelusuri asal  informasinya. Intinya, Bio Farma berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah menghadirkan  vaksin Covid-19 dengan harga yang terjangkau untuk memberi perlindungan bagi penduduk  Indonesia”, ujar Honesti, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi TopBusiness.

Honesti melanjutkan, dalam surat resmi yang disampaikan oleh Sinovac, menyampaikan bahwa  dalam penentuan harga vaksin Covid-19, ada beberapa faktor yang menentukan harga vaksin. Salah satu faktornya adalah tergantung pada investasi pada studi klinis fase 3, terutama dalam uji efikasi dalam skala besar.

Demikian juga dengan penentuan harga di Indonesia, mengikuti prinsip–prinsip  tadi. Dengan kata lain, skema pemberian harga vaksin Covid-19 ini, tidak dapat disamakan. 

BACA JUGA:   Pertamina Bukukan Laba Bersih Rp 56,6 T

Untuk menjaga dan menjamin kualitas vaksin Covid-19 mulai dari bahan baku dan lainnya, Badan  Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan terbang ke Sinovac, China untuk visit audit proses pengembangan dan produksi vaksin Corona di fasilitas Sinovac di Beijing, China, termasuk LP POM  MUI untuk melaksanakan audit halal.

BPOM juga akan memastikan fasilitas dan proses produksi vaksin Covid-19 di Bio Farma memenuhi  standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)/Good Manufacturing Practice (GMP). Saat ini, uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 masih berjalan di minggu kedua Bulan Oktober 2020 ini. 

Data terakrhir menunjukan sampai dengan tanggal 9 Oktober 2020, 843 relawan yang sudah  mendapat penyuntikan kedua, dan 449 relawan dalam tahap pengambilan darah pasca penyuntikan  kedua/masuk periode monitoring. Hingga saat ini Uji Klinis tajap 3 berjalan lancar dan belum ada  dilaporkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius akibat pemberian suntikan calon vaksin  Covid-19.

Foto: dokumentasi

Previous Post

Penyerapan Anggaran Program PEN pada Kuartal III/2020

Next Post

Ada Pergeseran dari Mal ke Toko Sisi Jalan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR