TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pasca-Penetapan Suku Bunga, IHSG Dibayangi Aksi Ambil Untung

Agus Haryanto
14 October 2020 | 08:00
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Ilustrasi harga saham di Bursa Efek Indonesia. FOTO: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Pasca-BI menetapkan suku bunga bulanan, indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia dibayangi aksi ambil untung. Pasalnya, pelaku pasar mewaspadai aksi demontrasi penolakan UU Cipta Karya.

Dalam laman samuel.co.id, riset harian Samuel Sekuritas Indonesia (SSI), di Jakarta, Rabu (14/10/2020), memperlihatkan bahwa di perdagangan kemarin, IHSG berhasil mengalami penguatan 0,78%. Penguatan tersebut didukung langkah BI yang mempertahankan suku bunga di 4,00% di tengah inflasi Indonesia yang rendah. Langkah tersebut mendukung rupiah tetap kuat di level Rp 14.680/USD dan SBN menjadi tetap menarik di mata investor asing.

BI mempertahankan suku bunga di level 4,00% dalam 4 bulan terakhir dan sesuai dengan estimasi ekonom SSI maupun estimasi konsensus. Sentimen positif lain adalah BI memperkirakan current account akan surplus pada Q3/2020.

Sementara, kasus Covid-19 di Indonesia kemarin bertambah 3.906 kasus baru. Namun penambahan lebih rendah dibanding sembuh sejumlah 4.777 orang. Secara total mencapai 340,622 dengan kasus aktif tersisa 65.299. Dengan demikian cased closed mencapai 80,8%.

“Hari ini, IHSG diperkirakan sedikit terkoreksi setelah beberapa hari terakhir mengalami kenaikan. Investor juga diperkirakan akan mewaspadai situasi demonstrasi penolakan UU Cipta Karya yang berlangsung sepanjang pekan ini, serta menunggu musim laporan keuangan,” demikian tertera.

Dari luar negeri, IMF merevisi outlook ekonomi dunia untuk tahun 2020 dan 2021. Untuk tahun 2020, diprediksi minus 4,4%, sedikit membaik dibandingkan prediksi sebelumnya 4,9%. Namun untuk 2021, IMF memperkirakan ekonomi akan naik 5,2%, atau turun dari estimasi sebelumnya yaitu 5,4%.

Semalam, bursa AS ditutup negatif dimana Dow turun 0,55%, S&P500 0,63% dan Nasdaq 0,10%. Pelemahan dikarenakan beberapa faktor, salah satunya, Nancy Pelosi kembali menolak proposal stimulus sebesar USD 1,8 triliun dari partai republik yang lebih rendah dari proposal partai demokrat sebesar USD 2,2 triliun.

BACA JUGA:   IHSG Diproyeksikan Turun

Selain, uji coba vaksin Jhonson & Jhonson dihentikan sementara akibat adanya efek samping yang dirasakan oleh relawan. Namun ada sentimen positif dari mulai masuknya musim laporan keuangan, dimana JP Morgan Chase dan Citi melaporkan kinerja Q3 yang lebih tinggi dari estimasi konsensus.

Foto: Rendy MR

Previous Post

Saham BNLI Masuk UMA

Next Post

Perhatikan, Analis Ini Sarankan Saham BNI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR