Jakarta, TopBusiness – Banyak perusahaan di Indonesia yang tidak menyangka terjadinya Pandemi Covid-19 menjadi risiko bencana yang berkepanjangan dan berdampak sangat besar terhadap bisnis perusahaan. Mereka juga belum memasukannya dalam profil risiko perusahaan.
Namun, karena perusahaan-perusahaan tersebut sudah menerapkan manajemen risiko dan GRC, maka lebih mudah dan lebih cepat bagi mereka, untuk melakukan mitigasi dan pengelolaan risiko yang terkait Covid-19.
Hal itu menjadi salah satu temuan penting selama proses penilaian dan wawancara penjurian TOP GRC Awards 2020. Temuan menarik terkait TOP GRC ini dapat menjadi pembelajaran untuk bersama,
Ketua Dewan Juri TOP GRC Awards 2020 DR Antonius Alijoyo mengatakan, temuan lainnya adalah secara umum, kelengkapan sistem dan infrastruktur GRC perusahaan-perusahaan peserta, sudah semakin lengkap dan meningkat, dibandingkan tahun lalu.
“Hanya saja, masih banyak perusahaan yang perlu menjalankan GRC secara terpadu atau Integrated GRC,” ujar Anton dalam sambutan acara TOP GRC Awards 2020 yang berlangsung secara virtual, Kamis (15/10/2020).
Temuan lainnya adalah, sebagian perusahaan masih lebih fokus pada kelengkapan administrasi dan infrastruktur GRC, serta belum menjadikan GRC sebagai budaya di perusahaan.
Dewan juri juga menemukan bahwa baru beberapa perusahaan yang telah mengembangkan teknologi IT/Digital untuk mendukung sistem dan implementasi GRC di perusahaan. “Pemanfaatan teknologi IT atau digital terkait GRC ini, bermanfaat untuk meningkatkan efektivitas dan memudahkan penerapan three lines of defence, update Profil Risiko secara berkala, dan penerapan Integrated GRC,” tutur dia.
Temuan penting lainnya adalah adanya potensi permasalahan sistem kontrol dan pertanggungjawaban pengelolaan anak perusahaan dengan perusahaan induk/holding. Karena menurut UU Peseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007, bahwa anak perusahaan tergolong entitas bsnis yang terpisah, maka perlu ditetapkan policy management yang ditetapkan dalam RUPS masing-masing (yakni di RUPS Perusahaan Induk dan RUPS Perusahaan Anak), yang didalamnya mengatur, hubungan kebijakan antara perusahaan induk dan anak.
Temuan terakhir adalah belum banyak perusahaan yang mengukur efektivitas dan dampak/manfaat dari penerapan GRC. “Pengukuran ini perlu dilakukan, untuk menunjukkan bahwa penerapan GRC telah memberikan dampak yang signifikan terhadap pencapaian kinerja bisnis perusahaan,” ujar Anton.
