TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

1.620 Relawan Tuntas Dapat Suntikan Pertama

Albarsyah
19 October 2020 | 09:42
rubrik: BUMN
Kejar Target Ekspor, Bio Farma Sasar Pasar di Afrika

Jakarta, TopBusiness – Pengadaan Vaksin Covid-19 untuk Indonesia, telah ditetapkan oleh pemerintah,  yaitu sebanyak 170 juta jiwa, atau sekitar 60% dari total jumlah penduduk Indonesia. Atau dengan  kata lain, Indonesia memerlukan vaksin Covid-19 sebanyak 340 juta dosis dalam kurun waktu  setahun.

Tentu saja hal ini, merupakan program besar, sehingga harus dikelola dengan baik, sejak  awal dari mulai uji klinis fase 3, produksi hingga distribusi dari Bio Farma, mulai tingkat provinsi  sampai dengan tingkat puskesmas, termasuk tenaga kesehatan yang memberikan vaksin Covid-19  kepada masyarakat. 

Dalam keterangan resminya yang diterima redaksi Top Business, direktur utama Honesti Basyir menegaskan, “Oleh karenanya, program vaksinasi Covid-19 ini harus dikawal sebaik mungkin dari seluruh  stakeholder, sehingga program ini dapat berjalan sesuai prosedur, dan juga dieksekusi sehingga  nanti masyarakat yakin bahwa vaksin Covid-19 yang akan diberikan kepada masyarakat, sudah  sesuai dengan peraturan dari Badan POM yang pada akhirnya bisa menghentikan penyebaran virus  Covid-19”, ujar Honesti, Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, dalam kegiatan kunjungan  Inspeksi Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) pada hari Jum’at 16 Oktober 2020 ke  beberapa site uji klinis fase 3 di Bandung.

Direktur Registrasi Obat Badan POM Riska Andalusia, mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi  kepada tim peneliti uji klinis fase 3 dan tim Bio Farma, yang sudah menjalankan uji klinis fase 3  sesuai dengan rencana dan time line yang ketat.

“Badan POM sebagai regulator memiliki fungsi tidak hanya melakukan fungsi pengawasan saja,  tetapi kami juga berupaya untuk melakukan pendampingan, seperti inspeksi pada hari ini. kami  berharap juga, agar kegiatan uji klinis fase 3 ini, dilaksanakan sesuai dengan prinsip Cara Uji Klinis  yang Baik (CUKB) dan validitas data dapat dipertanggung jawabkan”, ujar Riska.

BACA JUGA:   Masjid Al - Jabbar Garapan Hutama Karya dan Sinergi BUMN Rampung

Riska menambahkan sampai dengan hari ini, tidak ada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)  atau efek samping yang berat atau serius diantara relawan – relawan vaksin Covid-19. Hasil dari uji

 klinis ini, dapat menjadi data pendukung bagi Badan POM saat mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 yang akan diajukan oleh Bio Farma pada saat uji klinis  fase 3 sudah berakhir. Nantinya, hasil dari uji klinis fase 3 yang ada di Bandung ini, akan  digabungkan dengan hasil uji klinis fase 3 yang ada di negara lain seperti Brazil, Chille, Turki dan  Bangladesh. 

“Uji klinis fase 3 ini dilakukan multi center study atau dilakukan dibanyak tempat. Hal ini berarti uji  klinis tidak hanya dilakukan di Indonesia saja, tetapi juga di empat negara lainnya yaitu Brazil, Chille,  Turki dan Bangladesh. Dan hasil dari setiap uji klinis di lima negara tersebut, akan digabungkan dan  dijadikan dasar sebagai pemberian izin untuk memproduksi vaksin Covid-19 dikemudian hari”, kata  Riska.

Setelah uji klinis fase 3 selesai, vaksin Covid-19 ini akan diproduksi oleh Bio Farma, dan tentunya  dalam proses produksi ini harus memenuhi aspek mutu / kualitas, dan Bio Farma pun tetap akan  berada dibawah pengawasan Badan POM untuk pemenuhan perarturan Good Manufacturing  Practices / Cara Pembuatan Obat yang Baik. 

“Tiga aspek tadi, Khasiat, kemanan dan mutu, harus dipenuhi oleh Bio Farma, sebagai pendaftar  vaksin Covid-19 untuk nanti dinyatakan layak atau tidak oleh Badan POM untuk diproduksi hingga  distribusi”, ungkap Riska.

Untuk menjaga dan menjamin kualitas vaksin Covid-19 mulai dari bahan baku dan lainnya Badan  Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan terbang ke Sinovac China untuk visit audit proses  pengembangan dan produksi vaksin corona di fasilitas Sinovac di Beijing, China, termasuk LP POM  MUI untuk melaksanakan audit halal.

BACA JUGA:   Hutama Karya: Pemulihan Pascabencana di Sumatera Utara melalui Penanganan Fasililitas Layanan Publik

BPOM juga akan memastikan fasilitas dan proses produksi Vaksin Covid-19 di Bio Farma memenuhi  standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)/Good Manufacturing Practice (GMP). Saat ini, uji  klinis fase 3 vaksin Covid-19 masih berjalan di minggu kedua Bulan Oktober 2020 ini. 

Foto: Istimewa

Previous Post

Sri Sultan Terima 3 Ventilator Dari Astra Financial

Next Post

Guru Besar Hukum Untar Ini Bicara UU Omnibus Law, Begini Usulannya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR