Jakarta, TopBusiness – Pegerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi masih bisa untuk menguat, meski terbatas. Hal ini tak lepas masih adanya sentiment aksi penolakan RUU Omnibus Law Cipta Kerja.
M. Nafan Aji Gusta Utama, analis pasar modal dari Binaartha Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah 0.52% di level 5099.84. Hal ini tak lepas karena maraknya aksi demonstrasi kemarin.
Untuk hari ini, berdasarkan indikator, MACD dan RSI telah menunjukkan sinyal positif. Namun, Stochastic masih membentuk pola dead cross di area overbought.
“Meskipun demikian, Pergerakan IHSG sendiri telah menguji garis MA 10, sehingga ada peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance terdekat. Dan itu masih terbuka lebar,” tutur Nafan di Jakarta, Rabu (21/20/2020).
Dengan kondisi tersebut, dia memproyeksi, level support maupun resistance IHSG akan berada pada kisaran 5023.89 hingga 5187.28.
Untuk itu, berikut saham-saham unggulan yang dapat menjadi pertimbangan investor dan layak koleksi pada hari ini:
– IMAS, dengan daily (700). Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 690 – 700, dengan target harga secara bertahap di level 745, 840 dan 940. Support: 670.
– ISAT, dengan daily (2040). Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 2020 – 2040, dengan target harga secara bertahap di level 2110, 2370, 2630 dan 2890. Support: 1975.
– JSMR, dengan daily (3650). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 3620 – 3650, dengan target harga secara bertahap di level 3780, 3870, 3930, 4220 dan 4870. Support: 3530.
– TKIM, dengan daily (6075). Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 6000 – 6100, dengan target harga secara bertahap di level 6300, 6525 and 7425. Support: 5600.
– TOWR, dengan daily (1005). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami counterattack pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 1000 – 1010, dengan target harga secara bertahap di level 1020, 1085, 1155 and 1220. Support: 980.
– WIIM, dengan daily (364). Terlihat pola bearish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. “Partial Sell” pada area level 364 – 386, dengan target harga di level 344. Resistance: 396.
Foto: Rendy MR (TopBusiness)
