TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

2021, Pertumbuhan Ekonomi Terbuka Positif

Agus Haryanto
21 October 2020 | 20:45
rubrik: Ekonomi
FOTO – Rencana Larangan Pakai Kantong Plastik

Konsumen Pusat Belanja di Jakarta (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Pemerintah yakin pertumbuhan ekonomi 2021 akan berada di level positif, bahkan hingga mencapai 5 persen. Itu sangat beralasan sebab pada kuartal-kuartal terakhir menunjukkan tren peningkatan, seiring sudah terkendalinya kasus penyebaran Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi akan kembali positif bahkan tertinggi bisa mencapai 5 persen di tahun 2021. “Ekonomi dengan Covid-19 ini harus ditata. Kalau kita lihat kuartal II/2020 kontraksi 5,3 persen, kuartal III ini mungkin 2,sekian persen. Kita masih lebih baik dari banyak negara lain. Nah ini modal pokok kita untuk kita bisa tumbuh sekitar 5 persen lebih pada tahun 2021. Tapi kita juga semua harus kompak. Jadi jangan saling menyalahkan karena yang kita hadapi Covid-19 ini adalah masalah dunia,” katanya secara virtual bertajuk “Outlook 2021: The Year of Opportunity”, di Jakarta.

Karenanya dia tak sepakat dengan aksi demonstrasi yang terjadi akhir-akhir ini sebab akan menciptakan klaster baru. “Saya berkali-kali mengatakan jagalah nilai politik kita, karena yang kita lakukan ini dapat menimbulkan klister-klaster baru lagi,” ujarnya.

Bahkan, menurut dia, beberapa indikator ekonomi memperlihatkan adanya peningkatan. “Kami, Minggu ini, sudah mencatat beberapa indikator peningkatan dan penguatan ekonomi kita. Misalnya, manufacturing, penjualan semen, roda empat, sudah kelihatan rebound. Nah kalau momentum ini kita bisa terus pelihara, saya kira akan naik,” ujarnya.

Di kesempatan terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa sejumlah lembaga pemeringkat internasional sudah mempublikasikan bahwa ekonomi Indonesia bakal membaik. “Di tahun 2021, berbagai lembaga melihat kita bisa tumbuh positif sekitar 4,5 persen sampai 5 persen. Tentu kita berharap di tahun 2021 mulai daripada pemulihan ekonomi, terutama tentu apabila kita mendapatkan akses terhadap vaksin yang memang sudah direncanakan,” katanya.

BACA JUGA:   RI Masih Hadapi Masalah Fiskal Serius, Pajak Lemah dan Belanja Kurang Produktif

Dikatakannya, pada September 2020 hingga Oktober 2020 ini, mulai terlihat perbaikan di beberapa sektor. Ketidakpastian juga sudah menurun. “Indonesia seperti negara lain saat ini masuk dalam fase pemulihan. Aktivitas manufaktur global juga sudah berada di level ekspansi, sudah di atas 50. Kemarin, Purchasing Manager’s Index (PMI) sempat naik di atas 50. Tetapi karena ada rem lagi, sehingga turun lagi ke level 47,2,” paparnya.

Selain, Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akan tetap dilanjutkan dengan anggaran sebesar Rp 356,5 triliun. Rinciannya, sektor kesehatan Rp 25,40 triliun, perlindungan sosial Rp 110,20 triliun, insentif usaha Rp 20,40 triliun, dukungan UMKM Rp 28,80 triliun, pembiayaan korporasi Rp 14,90 triliun, dan dukungan ekonomi melalui program K/L sektoral dan pemda Rp 136,7 triliun.

“Program yang dilakukan pemerintah di sektor ekonomi tentu akan ada manfaatnya apabila upaya memerangi Covid-19 dilakukan, yaitu dengan konsisten memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak. Di samping itu pemerintah juga terus melakukan testing kepada masyarakat, tracing kepada temuan positif, dan treatment pada setiap kasus. Pemerintah juga sudah menyiapkan Perpres 99/2020 untuk peta jalan dan pelaksana vaksinasi,” katanya.

Ketua Umum Kadin, Rosan Perkasa Roeslani mengharapkan hal yang sama. “Dan tentunya pada kuartal dua, pertumbuhan Indonesia mengalami kontraksi minus 5,2 persen. Kita harapkan di kuartal dua ini masih berkontraksi antara minus 2 hingga 3 persen, tapi kita harapkan bisa terlepas dan memasuki pertumbuhan yang lebih baik lagi,” kata dia.

Bahkan dengan melihat adanya tren positif di akhir-akhir tahun 2020 menjadi momentum bagi lanjutan pertumbuhan di 2021. “Kita lihat, kita punya tren yang positif. Dan Insya Allah ini akan dilanjutkan pada tahun 2021, karena baseline kita sudah sangat rendah pada saat ini. kita lihat pertumbuhan pada tahun 2021.
angka dari kami 3-4 persen,” katanya.

BACA JUGA:   Waah…Gawat, 34% Utang Luar Negeri Korporasi Bisa Gagal Bayar

Dia juga sangat mengapresiasi sekali pemerintah dan DPR yang telah mengesahkan UU Omnibus Law yang merupakan pondasi yang sangat yang diletakkan untuk pembangunan perekonomian kita ke depan dalam rangka mengejar pertumbuhan perekonomian yang berkelanjutan, berkesinambungan dan berkualitas. Dan ini pun sudah diapresiasi dan dipuji oleh banyak instansi pemerintah dan lembaga internasional lainnya seperti, Bank Dunia, Moody’s, Fitch and Asian Development Bank. “Semua mengapresiasi bahwa Langkah yang dilakukan ini merupakan transformasi structural yang sangat luar biasa yang akan mendorong pertumbuhan kita ke depan. Insya Allah ini akan berjalan dengan baik,” katanya.

Foto: Rendy MR

Previous Post

Gelar RUPSLB, Ini Sosok Dirut Baru Bank Mandiri

Next Post

Buwas Tetap Dirut, Erick Rombak Direksi Bulog

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR