Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan Kamis (22/10/2020) mengalami tekanan jual, sebab anjloknya harga minyak mentah dunia.
Indeks komposit Jakarta ini menjadi 5.091,816, atau tergerus sebanyak 4,63 poin, atau setara dengan 0,09 persen.
Tekanan jual saham sudah sedikit mereda. Pelaku pasar mulai memasuki jenuh jual, sehingga indeks hanya turun tipis. Sentimen pelemahan harga minyak mentah dunia mengakibatkan harga saham sektor pertambangan dan turunnya menjadi sasaran aksi jual
Beberapa sektor pembentuk indeks yang tertinggi dan mengalami tekanan jual adalah sektor pertambangan dan perkebunan masing-masing sebanyak 1,01 persen, kemudian konsumer sebesar 0,68 persen.
Perdagangan berlangsung marak dengan volume mencapai 14.686.708.200 unit saham dan frekuensi 686.064 kali transaksi senilai Rp 9,355 triliun.
Foto: Rendy MR
