Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia jelang libur panjang diperkirakan akan bergerak wait and see.
Riset harian Samuel Sekuritas Indonesia via samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, memperlihatkan bahwa semalam bursa Amerika ditutup melemah. Dow Jones terkoreksi 2,29%, S&P 500 1,86% dan Nasdaq 1,64%. Ketidakpastian stimulus ekonomi, peningkatan kembali penyebaran virus dan wait and see menjelang pemilu menjadi sentimen negatif yang mewarnai pergerakan pasar
Dari Asia, perdagangan kemarin beberapa bursa utama Asia ditutup negatif. Nikkei turun 0,1%, diikuti Kospi 0,7% dan Shanghai 0,8%. Sementara IHSG ditutup naik 0,62% ke level 5.144,1 ditengah net buy asing sebesar Rp 175,2 miliar di pasar reguler. EIDO ditutup turun 0,21%.
Beberapa berita dan sentimen pasar yang dapat dicermati, diantaranya, pembacaan awal pertumbuhan GDP Q3 Korea minus 1,3% yoy (cons: -1,9%; prev: -2,7%) dan 1,9% qoq (cons: negatif 1,7%; prev turun 3,2%). Rilis laporan keuangan kuartal-3 yang dapat mempengaruhi pergerakan harga saham emiten.
Kasus Covid-19 di AS kembali melonjak dengan rata-rata 68.767 kasus selama 7 hari terakhir. Sementara itu, kasus baru Covid-19 dalam negeri Senin diumumkan melandai menjadi 3.222 kasus (prev: 3.732 kasus) dengan kesembuhan lebih tinggi yaitu 3.908, sehingga kasus ditutup sebesar 84,2%. Hingga kini Indonesia telah mencatat total kasus Covid-19 mencapai 392,9 ribu.
“Hari ini juga merupakan perdagangan terakhir bulan Oktober menjelang libur panjang Maulid Nabi, market diperkirakan cenderung wait and see,” demikian tersebut.
Foto: Rendy MR
