TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Saat Pandemi, DPK BNI Melonjak 21,4%

Busthomi
27 October 2020 | 16:41
rubrik: Finance
Saat Pandemi, DPK BNI Melonjak 21,4%

FOTO: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Di tengah kondisi perekonomian nasional yang penuh tantangan, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk terus mengambil langkah yang diperlukan untuk melakukan penguatan fundamental dengan tetap menjalankan fungsi intermediasi dengan baik, dengan pertumbuhan yang selektif dan terukur.

Tercatat hingga kuartal III-2020 ini, perseroan berhasil memnghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik sebesar 21,4% secara year on year (yoy). Sementara untuk laju kredit, di tengah laju kredit industri yang amblas, kredit BNI malah masih bertumbuh sebesar 4,2% secara yoy.

Demikian seperti disampaikan dalam keterangan resmi perseroan yang diterima media, di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Untuk DPK sendiri, emiten bank BUMN dengan kode saham BBNI itu berhasil mengantonginya hingga mencapai Rp705,1 triliun sampai akhir kuartal III-2020 itu. Berarti mengalami kenaikan sampai 21,4% secara yoy dari Rp 580,9 triliun pada kuartal III-2029 lalu. Capaian ini telah berkontribusi besar terhadap total asset perseroan yang tumbuh 12,5% secara yoy.

Selain itu, dalam upaya menghimpun DPK dilakukan dengan menjadikan dana murah (CASA) sebagai prioritas utama. Hal ini dimaksudkan untuk dapat terus menekan cost of fund.  “Saat ini CASA BNI berada pada level 65,4% dengan cost of fund 2,86%, atau membaik 30 bps dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar 3,24%,” katanya.

DPK tersebut juga telah menopang penyaluran kredit BNI yang tumbuh 4,2% secara yoy, dari Rp 558,7 triliun pada kuartal III-2019 menjadi Rp 582,4 triliun pada kuartal III-2020. “Namun begitu, manajemen lebih berfokus pada perbaikan kualitas aset, salah satunya dengan cara melakukan assessment secara komprehensif dan intens untuk memantau debitur-debitur, mengingat kondisi ekonomi yang menantang di tengah pandemi ini,” tuturnya.

BACA JUGA:   Bank Mandiri Terbitkan Sustainability Bond US$ 300 Juta

Dengan kondisi tersebut, maka perseroan mencatat pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII)  pada kuartal III-2020 itu tumbuh negatif yaitu -0,8% yoy. Namun penurunan tersebut dapat diimbangi dengan upaya penurunan beban bunga yang signifikan sebesar -8,0% yoy sehingga marjin bunga bersih (NIM) hingga akhir September 2020 itu sebesar 4,3%.

Sementara itu, dari sisi pendapatan non bunga (Fee Based Income), BNI mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,2% yoy, membaik dibandingkan kuartal kedua yang lalu yang tumbuh 3,2%. “Sehingga laba bersih hingga kuartal III-2020 dibukukan sebesar Rp4,32 triliun atau turun -63,9% yoy,” katanya.

Penurunan ini, disebut keterangan itu, merupakan bagian dari upaya BNI untuk memperkuat fundamental keuangan bank dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi di masa mendatang. Langkahnya dengan melakukan pembentukan pencadangan yang lebih konservatif sehingga rasio kecukupan pencadangan atau coverage ratio hingga kuartal III-2020 berada pada level 206,9% lebih besar dibandingkan kuartal III-2019 yang sebesar 159,2%.

Foto: Istimewa

Tags: Bank BNIbnikinerja keuangansektor perbankan
Previous Post

Jelang Libur Panjang, IHSG Turun

Next Post

BEI Optimistis Nilai Transaksi Harian Tembus Rp8,5 T di 2021

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR