TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BSN Gelar Jajak Pendapat RSNI Teknologi Grafika

Albarsyah
2 November 2020 | 10:02
rubrik: Business Info
BSN Gelar Jajak Pendapat RSNI Teknologi Grafika

Jakarta, TopBusiness – Di era globalisasi ini, sebuah perusahaan industri menuntut kesehatan dan keselamatan kerja. Untuk itu, perlu dikembangkan serta ditingkatkan kesadaran dan upaya penerapan K3 di area kerja agar nilai kecelakaan akibat kerja ada pada angka yang rendah.

Penggunaan peralatan, mesin-mesin, serta zat kimia penunjang proses produksi memiliki ancaman tersendiri baik bagi pegawai maupun industri tersebut. Perkara ini bisa menjadi hal dasar munculnya bahaya bagi keselamatan saat bekerja apabila fasilitas, peralatan, dan penggunaan bahan kimia tidak digunakan dengan baik.

Salah satu industri yang menuntut keselamatan tinggi adalah industri grafika/percetakan. Alat yang umum digunakan dalam industri ini adalah mesin cetak degel. Mesin degel merupakan mesin yang kertas cetaknya ditekankan menyeluruh pada acuan dengan menggunakan blok logam berat. Untuk memastikan keselamatan pengguna mesin cetak degel, saat ini Badan Standardisasi Nasional (BSN) tengah menyusun Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) ISO 12643-5:2010, Teknologi grafika — Persyaratan keselamatan untuk system dan peralatan teknologi grafika —  Bagian 5: Mesin cetak degel otonom. Penyusunan RSNI ini melalui Komite Teknis 37-01 Teknologi Grafika

Direktur Pengembangan Standar Infrastruktur, Penilaian Kesesuaian, Personal, dan Ekonomi Kreatif BSN, Hendro Kusumo, menuturkan, untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha, di tahun 2020 ini BSN tengah menyusun 6 Rancangan SNI (RSNI) terkait teknologi grafika.

Selain RSNI Mesin cetak degel otonom, 5 RSNI lainnya adalah (1) ISO 3664:2009, Teknologi grafika dan fotografi – Kondisi pengamatan; (2) ISO 12637-1:2006, Teknologi grafika – Kosakata – Bagian 1: Istilah dasar; (3) ISO 12637-2:2006, Teknologi grafika – Kosa kata – Bagian 2: Istilah pracetak; (4) ISO 12637-3:2009, Teknologi grafika – Kosakata – Bagian 3: Istilah cetak; dan (5) ISO 12637-4:2008, Teknologi grafika – Kosa kata – Bagian 4: Istilah pascacetak. “Keenam RSNI tersebut diusulkan pada bulan Januari 2020, serta sudah melalui tahapan rapat teknis dan rapat konsensus,” jelas Hendro dalam keterangan resminya yang diterima redaksi Top Business beberapa hari lalu di Jakarta.

BACA JUGA:   Diamondland Genjot Vaksinasi Anti-Corona di Bogor

Penyusunan SNI mengusung konsep konsensus, dalam artian melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) terkait, yaitu perwakilan dari pemerintah, pelaku usaha, konsumen, dan pakar. Saat ini, penyusunan 6 judul RSNI terkait teknologi grafika sedang dalam proses jajak pendapat. Masyarakat serta pelaku usaha terkait dapat berkontribusi untuk memberikan masukan terkait pasal editorial, pasal substansial, dan bahkan non-pasal editorial atas RSNI yang sedang disusun melalui website sispk.bsn.go.id/Eballot. “Masyarakat atau pelaku usaha percetakan dapat mengunduh terlebih dahulu data 6 RSNI terkait teknologi grafika yang sedang dalam proses jajak pendapat, untuk kemudian memberikan masukan terkait,” jelas Hendro. Hal pertama yang harus dilakukan hanyalah mendaftarkan akun dalam website sispk.bsn.go.id untuk kemudian login menggunakan akun tersebut.

Proses jajak pendapat untuk 6 RSNI terkait Teknologi Grafika akan berlangsung hingga tanggal 7 November 2020. Masukan dari masyarakat akan ditampung untuk dirapatkan kembali dalam rapat konsensus sebelum RSNI tersebut ditetapkan. “Direncanakan, RSNI tersebut akan ditetapkan pada akhir November 2020,” terang Hendro.

Hendro berharap, keterlibatan masyarakat dalam penyusunan SNI dapat memenuhi harapan masyarakat akan kualitas SNI yang ditetapkan oleh BSN.

Secara keseluruhan, saat ini BSN telah menetapkan 9 SNI terkait teknologi grafika yang dapat diaplikasikan oleh pelaku usaha grafika dalam proses pewarnaan. ”Penggunaan standardisasi dalam produksi media cetak diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk, performa bisnis, keuntungan produk, dan keberlangsungan produk,” tutur Hendro. Kesembilan SNI tersebut sudah dapat dipesan oleh masyarakat dan pelaku usaha dalam website pesta.bsn.go.id dengan kata kunci teknologi grafika. ”Masyarakat juga dapat membaca dokumen sni secara online melalui website akses-sni.bsn.go.id,” tambah Hendro.

Previous Post

Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian untuk Hidup Sehat dan Produktif

Next Post

Pemanfaatan Aspal Buton untuk Tingkatkan Kualitas Jalan Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR