Jakarta–Thebusinessnews. Sebagai salah satu startup yang bergerak dalam bidang pendidikan online/e-learning, Haruka Edukasi (HarukaEdu) tergerak untuk memberikan pengetahuan dan ilmu mengenai technopreneurship melalui program Kelas Online. Kegiatan ini dapat diikuti siapa saja secara gratis.
Disamping itu HarukaEdu berbagi ilmunya dalam bentuk kerjasama dengan The 9th Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC) 2015.Menurut Pendiri Haruka Edukasi, Novistar Rustandi bahwa kerjasama dengan PT Indosat Tbk ini untuk menbantu perserta meningkatkan kualitas iden dan perencanan programnya.
Pihaknya akan memberikan dukungan dalam bentuk mentoring technopreneurship secara cuma-cuma untuk calon peserta IWIC 9 selama empat minggu. Saat ini, Sebanyak 100 orang pendaftar pertama akan mendapatkan materi dan mentoring mengenai bagaimana mencari ide startup.” melakukan riset mengenai potensi pasar yang menjadi sasaran serta bagaimana membuat pitch startup untuk dipresentasikan saat kontes,” urai dia di Jakarta, Senin 22 Juni 2015.
Beberapa technopreneur andal dan telah berhasil juga turut membagikan pengalaman dalam membangun startup mereka. Mereka adalah Andy Zain, Managing Partner Mountain SEA Ventures; Ariadi Anaya, Managing Director jobsDB; Geraldine Oetama, Executive Director Skystar Ventures; Hadi Wenas, CEO MatahariMall.com; Handy Chang, Founder IndoTrading.com; Kartini Muljadi, Managing Partner Kartini Muljadi & Rekan; Martin Hartono, Managing Director GDP Ventures; Sanny Gaddafi, Co-Founder 8Villages; Steven Vanada, Vice President CyberAgent Ventures; Takahiro Suzuki, General Manager CyberAgent Ventures; Shanti Ruwyastuti, Assistant President Director Metro TV; Dessy Aliandrina dan Jonathan Gultom, Dosen Surya University; serta William Tanuwijaya, Co-Founder Tokopedia.
Di harapkan, peserta harus bisa menemukan masalah besar yang mempengaruhi kehidupan orang banyak untuk kemudian menawarkan ide/solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Selain menyelesaikan masalah, ide tersebut juga harus memiliki potensi bisnis yang baik dan besar. Kemudian peserta harus dapat merangkum masalah, ide dan solusi tersebut dalam sebuah proposal yang ringkas namun jelas.
“Kami berharap dapat membantu para peserta dalam meningkatkan kualitas proposal yang masuk dan mengantarkan salah satu peserta kelas online Technopreneurship menjadi pemenang IWIC 9. Dan semoga lebih banyak generasi muda Indonesia yang berbakat, tertarik untuk menjadi technopreneur yang andal dan berhasil menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” harap Novistiar.(Albarsah )
