TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

HK Garap Food Estate Kalteng Rp 738,04 Miliar

Albarsyah
3 November 2020 | 12:43
rubrik: BUMN
HK Garap Food Estate Kalteng Rp 738,04 Miliar

Jakarta, TopBusiness – Pemerintah sedang membangun ketahan pangan di seluruh Indonesia. Potensi pangan lokal akan menjadikan negeri gemah ripah, loh jinawi, Food Estate akan menjadikan Indonesia sebagai negeri kemandirian akan ketrersedian pangannya bagi seluruh rakyatnya. Sesuai dengan pembangunan NawaCita pemerintahan Jokowi.

Oleh sebab itu berbagai potensi daerah pertanian akan mendukung Food Estate Nusantara menuju kemandirian pangan dan memutus ketergantungan import pangan dari luar negeri.

Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk meningkatkan ketahanan  pangan nasional, PT Hutama Karya (Persero) (HK) sebagai salah satu pengembang  infrastruktur terkemuka di Indonesia berkolaborasi dengan PT Wijaya Karya (Persero) (WIKA)  dan PT Adipatria turut terlibat dalam menggarap salah satu proyek pengembangan kawasan  lumbung pangan baru atau food estate yang berlokasi di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.  Pengembangan kawasan ini dilakukan dengan rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi yang  dilakukan secara bertahap.

Proyek senilai Rp 738,04 miliar ini ditargetkan rampung pada awal Januari 2023 mendatang.  Guna memastikan proyek tetap berjalan dengan baik meski ditengah pandemi Covid-19, pada  Jum’at (30/10) kemarin, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadi  Muljono mengunjungi langsung lokasi food estate dengan didampingi oleh beberapa perwakilan  dari kontraktor pelaksana, salah satunya Direktur Direktur Operasi II Hutama Karya, Novias  Nurendra.

Dalam kunjungannya, Basuki menyampaikan bahwa pengembangan Food Estate ditujukan untuk  tanaman padi di lahan alvulial dengan luas 165000 ha yang sebelumnya lahan Pengembangan  Lahan Gambut (PLG) dengan leading sektor Kementerian Pertanian yang sudah di mulai sejak  akhir September 2020 lalu. “Tahap rehabilitasi dan peningkatan saluran irigasi akan difokuskan di  Blok A, khususnya di zona A1 dan A5 sekitar 2000 Ha, guna memastikan saluran primer dan  sekunder dapat mengalirkan air dengan baik. Dengan demikian, pencucian lahan dapat berjalan  dengan baik untuk mengurangi kadar keasaman dengan membuang bahan beracun yang ada di  lahan rawa. Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar proyek ini dapat berjalan dengan baik  tanpa adanya hambatan tertentu,” ujar Basuki.

BACA JUGA:   Meriahkan Hari Kemerdekaan ke-80 RI, HK Realtindo Hadirkan Rangkaian Promo Menginap dan Kuliner Istimewa

Mendukung arahan Menteri PUPR tersebut, Direktur Operasi II Hutama Karya Novias Nurendra  mengatakan bahwa Hutama Karya akan memberikan kontribusi penuh agar proyek dapat selesai  tepat waktu dengan hasil dan kualitas yang baik. “Dalam KSO HK-WIKA-Adipatria pada proyek  ini, kami memegang presentase sebesar 37,5%. Kami akan fokus untuk menggarap pekerjaan  galian saluran eksisting dan saluran baru, pekerjaan bangunan pelengkap yang meliputi pintu air  otomatis, rumah pompa dan rumah jaga, pompa drain dan pompa supply, box culvert serta gorong-gorong sesuai dengan lingkup pekerjaan dalam kontrak proyek ini,” ujar Novias.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan proyek ini, Hutama Karya  akan mengoptimalisasi 3 aspek yakni penggunaan teknologi, sumber daya manusia, dan biaya.  “Kami optimis proyek ini dapat selesai tepat waktu, karena dalam pengerjaannya didukung dengan  SDM yang berkualitas melalui engineer kami. Tak hanya itu, akan ada beberapa metode dalam  akselerasi penyelesaian proyek ini seperti penggunaan alat berat excavator standar dan long arm.  Dan ditengah pandemi ini, kami tetap memastikan bahwa perusahaan akan tetap bekerja sebaik  mungkin dalam membangun korporasi petani yang nantinya akan menjadi basis pengembangan  kawasan pangan baru di Kalimantan Tengah, dimana dilakukan secara integrasi mencakup  pertanian maupun perkebunan,” tutup Novias, dalam keterangan resminya yang diterima redaksi Top Business.

Proyek pembangunan Food Estate yang berlokasi di Kalimantan Tengah ini merupakan salah satu  dari berbagai proyek pembangunan Food Estate milik Kementerian PUPR Direktorat Sumber  Daya Air yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Setelah rampung nanti, maka keberadaan kawasan yang ditetapkan sebagai penyangga pangan nasional alias Food Estate ini selain  berdampak pada ketahanan pangan nasional, juga akan memberikan manfaat bagi peningkatan  ekonomi dan kesejahteraan masyarakat hingga pengembangan infrastruktur di Provinsi  Kalimantan Tengah kedepannya mulai dari pembangunan fasilitas pendukung, pembuatan tanggul  dan pintu air, hingga pembangunan jalan yang lebih optimal. 

Previous Post

Realisasi Program Sejuta Rumah 2020 Capai 601.637 Unit

Next Post

Industri Manufaktu mulai Bangkit

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR