Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga penutupan perdagangan Rabu (04/10/2020) di Bursa Efek Indonesia berpotensi melanjutkan penguatan.
“IHSG hari ini kami perkirakan dapat begerak menguat didukung penguatan yang terjadi di bursa global,” demikian tersebut dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia, di Jakarta.
Riset juga menyebutkan, para pelaku pasar akan menunggu siapa yang menjadi presiden AS untuk 4 tahun ke depan. Serta menunggu data PMI jasa di China, Eropa dan AS. Pagi ini Nikkei terpantau naik 2,06% dan Kospi menguat 0,94%.
Bursa saham Amerika pada perdagangan semalam ditutup naik. Dow terangkat 2,06%, S&P500 1,78% dan Nasdaq menguat 1,85%. Penguatan didukung optimisme bahwa pilpres AS berlangsung lancar dan pengumuman siapa yang menjadi presiden tidak memakan waktu yang banyak setelah proses pemilihan selesai. Para pelaku pasar optimis bahwa siapa pun yang menjadi presiden, stimulus ekonomi tetap akan ke luar, sehingga diharapkan penetapan presiden tidak memakan waktu yang lama di tengah pandemi Covid-19.
Sentimen positif juga datang dari sektor manufaktur global yang meningkat. Indeks PMI manufaktur zona euro naik menjadi 54,8, di bulan Oktober, dari bulan sebelumnya 53,7. Jerman, motor penggerak ekonomi Eropa mencatat kenaikan PMI manufaktur menjadi 58,2 dari sebelumnya 56,4. PMI manufaktur AS di bulan Oktober melesat menjadi 59,3 dari 55,4 di bulan sebelumnya. PMI di bulan Oktober tersebut merupakan yang tertinggi sejak September 2018.
Kemarin, kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 2.973 kasus baru menjadi total 418.375 kasus. Namun kasus sembuh lebih tinggi yaitu 3.931 kasus, sehingga case closed mencapai 86,9%.
Foto: Rendy MR
