Jakarta, TopBusiness—Digitalisasi dalam proses pengadaan barang dan jasa, bisa memberikan efisiensi bagi Pertamina.
“Efisiensi tersebut sekitar Rp 1,5 triliun sampai Rp 2 triliun per tahun,” papar Vice President Corporate Communications Pertamina, Fajriyah Usman, dalam penjelasan tertulis pada kemarin malam.
Dijelaskannya, pada era Industry 4.0, Pertamina akan melakukan transformasi digital secara terus-menerus. Karena langkah ini dapat berkontribusi terhadap nilai tambah perusahaan sebagai ujung tombak energi nasional.
Fajriyah menambahkan, di sektor hulu yang menyumbang profit utama perusahaan, Pertamina juga telah melakukan transformasi digital. Hal itu dengan membangun Upstream Cloud dan Big Data Analytic, sebagai bagian dari optimasi penggunaan aplikasi Petrotechnical yang tersentralisasi-terintegrasi.
Di luar itu, lanjutnya, Pertamina juga sudah melakukan enam program utama digitalisasi. Yaitu Loyalty Program, Digital Refinery, Knowlegde Management and Best Practice in Upstream, Digital Procurement, dan Digitalisasi Korporat.
“Digitalisasi korporat diantaranya adalah pengimplementasian document management berupa p-office dan tanda tangan digital yang lebih terintegrasi,” kata dia.
Foto: Rendy MR/TopBusiness
