TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Di Tengah Penurunan Daya Beli, Pendapatan XL Naik 8%

Busthomi
5 November 2020 | 11:58
rubrik: Capital Market
Dividen XL Disetujui Sebesar Rp215,73 Miliar

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT XL Axiata Tbk (EXCL) masih berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif selama sembilan bulan pertama tahun 2020 ini. Meskipun harus menghadapi tantangan industri yang cukup berat, perseroan tetap mampu bertumbuh.

Tercatat, untuk pendapatan layanan (service revenue) mengalami peningkatan sebesar 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy) menjadi sebesar Rp18,3 triliun. Demikian pula untuk pendapatan dari layanan data juga tumbuh 12% secara yoy. Hal ini sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap total pendapatan layanan (service revenue) perusahaan menjadi sebesar 92%.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, pandemi Covid-19 ini berdampak pada daya beli masyarakat, dan itu juga sangat dirasakan oleh semua operator. Turunnya daya beli masyarakat ini ternyata tidak menurunkan intensitas kompetisi di industri.

Menurutnya, semua operator justru berlomba menawarkan berbagai produk. Selain disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat untuk tetap tetap produktif dan akses ke hiburan, tentu juga disesuaikan dengan kemampuan beli masyarakat.

“Kita bisa lihat produk-produk dengan harga yang lebih terjangkau atau bonus yang lebih banyak. Karena itu kami berupaya keras untuk bisa mempertahankan kinerja dengan mendorong penjualan dan di saat yang sama melakukan efisiensi di hampir semua lini bisnis. Hasilnya, kami masih mampu meraih pertumbuhan di periode sembilan bulan tahun ini,” tutur Dian dalam keterangan resminya, di Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Sepanjang sembilan bulan 2020 ini, XL Axiata juga berhasil meraih EBITDA sebesar Rp9,9 triliun, atau meningkat 34% yoy. Laba bersih setelah pajak pada sembilan bulan ini juga tercatat Rp 2,1 triliun. Secara kuartal, pada periode kuartal III 2020 ini, EBITDA juga berhasil tumbuh 3% lebih tinggi dari kuartal sebelumnya (QoQ). “Sehingga laba bersih setelah pajak mencapai sebesar Rp331 miliar,” katanya.

BACA JUGA:   25.000-an Nelayan Pakai Aplikasi XL, Manfaatnya?

Selain itu, beban usaha hingga kuartal III itu menurun 14% secara yoy. Penurunan ini bisa terjadi karena beberapa faktor, salah satunya beban biaya infrastruktur yang lebih rendah (28% secara yoy) sebagai dampak dari adopsi IFRS 16.

Faktor selanjutnya adalah biaya interkoneksi dan biaya langsung lainnya juga turun 24% yoy, terutama karena interkoneksi yang lebih rendah sebagai dampak dari penurunan trafik penggunaan layanan voice. “Terakhir, juga karena faktor biaya pemasaran yang turun 6% secara yoy setelah lebih banyak penggunaan saluran digital,” ujar Dian.

Lebih jauh dia menegaskan, untuk trafik data sepanjang sembilan bulan pertama 2020 meningkat 47% yoy dari 2.386 Petabyte menjadi 3.496 Petabyte. Sementara itu jika dihitung per kuartal, pada kuartal III itu, trafik data meningkat 4% QoQ. Peningkatan trafik tidak terlepas dari bertambahnya jumlah total pelanggan, yaitu menjadi 56,9 juta, meningkat dari kuartal sebelumnya sebanyak 55,7 juta.

Sedangkan untuk tingkat penetrasi smartphone pelanggan, kata dia, meningkat tipis dari 87% di kuartal II-2020 menjadi 88%. Di sisi lain, rerata pendapatan per pelanggan (ARPU) campuran meningkat dari sebelumnya Rp34.000 menjadi Rp36.000 di periode yang sama tahun ini.

Meski banyak tantangan, termasuk pandemi Covid-19, ternyata tidak menghalangi XL Axiata untuk terus membangun jaringan. Hingga akhir September 2020, EXCL tercatat memiliki total lebih dari 142 ribu Base Transceiver Station (BTS). Jumlah ini meningkat sekitar 10% dari jumlah BTS di periode yang sama tahun lalu.

Dari total sebanyak itu, 53.055 merupakan BTS 4G. Sementara itu, jika dilihat dari luas cakupan wilayah, jaringan 4G milik XL Axiata telah melayani pelanggan di 458 kota/kabupaten di hampir semua provinsi yang ada di Indonesia.

BACA JUGA:   Paruh Pertama, Telkom Raup Laba Bersih Rp13,3 Triliun

Namun di tengah ekspansi tersebut, sebut Dian, kondisi finansial berupa neraca perusahaan tetap sehat dengan saldo kas yang lebih tinggi setelah mendapat tambahan dari hasil penjualan menara.

“Free Cash Flow (FCF) juga ada pada tingkat yang sehat, yaitu sebesar Rp 4,8 triliun atau meningkat hingga 162% yoy. Perseroan saat ini juga tidak memiliki pinjaman dalam denominasi US Dollar, 59% di antaranya berbunga floating dan masa jatuh tempo yang tidak bersamaan,” pungkas Dian.

Foto: Istimewa

Tags: daya beli konsumenEXCLsektor telekomunikasixl axiata
Previous Post

Ekonomi RI Naik 5,05% Secara Kuartalan

Next Post

Audiensi dengan Dirtopad, LKN Beri Masukan Soal CSR dan SDM Unggul

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR