Jakarta, TopBusiness—Perekonomian di berbagai negara di kuartal ketiga 2020, lebih baik daripada pada kuartal kedua tahun yang sama.
“Berbagai indikator ekonomi di banyak negara membaik. Namun masih terkendala karena tingginya kasus Covid-19,” kata Kepala BPS RI, K. Suhariyanto, dalam konferensi pers melalui jaringan internet, hari ini.
“Kini pun beberapa negara di Eropa kembali melakukan lockdown karena Covid-19. Dan kita sulit memastikan apa yang terjadi di kuartal mendatang,” kata dia.
Perekonomian beberapa mitra dagang RI, di kuartal ketiga 2020, sebagian besar masih terkontraksi. Akan tetapi, kontraksi itu tidak sedalam di kuartal sebelumnya.
Tiongkok pada kuartal ketiga itu sudah tumbuh 4,49%, jadi pemulihannya cepat. Amerika Serikat (AS) masih terkontraksi di 2%-an, dan ini tidak sedalam di kuartal sebelumnya.
“Singapura pun kontraksi di kuartal ketiga dengan minus 7%. Tidak sedalam kuartal sebelumnya. Dan Vietnam untuk kuartal ketiga 2020 sudah tumbuh 2%-an,” kata dia.
Inflasi di berbagai negara, dia menambahkan, memang menunjukkan perlambatan. Bahkan ada yang mengarah ke deflasi, karena dampak Covid-19 yang menghantam pasokan dan permintaan ekonomi.
Foto: Rendy MR/TopBusiness
