TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

HK Pacu Semangat Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Baru dengan JTTS

Albarsyah
10 November 2020 | 09:51
rubrik: BUMN
HK Pacu Semangat Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Baru dengan JTTS

Jakarta, TopBusiness – PT Hutama Karya (Persero) atau HK tak hanya cakap dan piawai dalam membangun berbagai projek infrastruktur jalan tol di negeri ini. Akan tetapi, BUMN karya ini pun diharapkan juga memiliki kapasitas dalam membangun perekonomian daearah di lintas seluruh JTTS yang telah dibangun.

Peran serta berbagai BUMN  dan sinergi  B to B, B to G sangatlah memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing serta potensi daerah untuk memperkuat perekonomian nasional agar memiliki daya saing di pasar global.

Sesuai dengan kebijakan pembangunan cabinet Jokowi, membangun Indonesia dari pingiran serta pemerataan pembangunan di luar pulau Jawa dan peningkatan kesejahteraaan masyarakat sesuai dengan Suistananble Development Goals (SDG`s).

Terus berkarya membangun negeri dan menghubungkan kebaikan lewat  inspirasi ke seluruh penjuru Nusantara, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) sebagai  salah satu BUMN, terus bertransformasi menjadi perusahaan yang transparan, akuntabel, dan  memiliki daya saing tinggi baik dari sisi bisnis, produk, teknologi, serta kualitas sumber daya  manusia.

Untuk mencapai visi perusahaan sebagai Indonesia’s Most Valuable Infrastructure  Developer (IMVID), Hutama Karya terus melakukan terobosan bagi dunia infrastruktur di  Indonesia. Dalam sektor infrastruktur, Hutama Karya saat ini sedang menjalankan mandat  pemerintah untuk membangun dan mengembangkan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS)  sepanjang 2.765 km, yang akan membentang dari Lampung hingga ke Aceh.

Direktur Utama HK, Budi Harto, mengatakan bahwa mengingat Pulau Sumatra  sebagai penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar kedua di Indonesia, Hutama  Karya tak hanya berfokus pada pembangunan konstruksi JTTS, tapi juga turut membangkitkan  perekonomian di Sumatra melalui semangat ‘value capturing’ potensi bisnis di Sumatra.

Salah satunya melalui pengembangan kawasan industri berbasis 4.0, yang didukung oleh penyediaan  infrastruktur utama, seperti energi, air dan pengolahan limbah. “Dengan adanya penyediaan  infrastruktur tersebut, Hutama Karya turut mewujudkan eksistensi JTTS, sebagai koridor  ekonomi baru. Selain juga sebagai bentuk pemerataan, tak hanya dari sisi infrastruktur namun  juga dari sisi ekonomi di Indonesia,” ujar Budi dalam keterangan resmi yang diterima redaksi Top Business.

BACA JUGA:   Indonesia Properti Expo 2022 Bertajuk ‘KPR BTN Merdeka’ Kembali Digelar di JCC

Sesuai dengan tema peringatan Hari Pahlawan tahun 2020, yakni “Pahlawanku Sepanjang  Masa”, bahwa di masa kini makna ‘pahlawan’ bisa dipahami dalam berbagai pengertian. Saat  ini, ‘pahlawan’ dapat dimaknai sebagai sosok dan langkah membawa perubahan, serta  memberikan kontribusi positif dari berbagai sisi untuk negeri. Kontribusi positif untuk negeri  termasuk juga dalam hal pembangunan infrastruktur, yang memberi manfaat sebesar-besarnya  untuk masyarakat.

Lebih lanjut, Budi mengatakan bahwa sesuai dengan visi pemerintah tentang pembangunan,  Indonesia tidak lepas dari posisinya yang berada dalam dinamika regional dan global. Secara  geografis, Indonesia terletak di Kawasan Timur Asia (termasuk Asia Tenggara), yang  merupakan jantung pertumbuhan ekonomi dunia. Indonesia menjadi salah satu negara dengan  luas kawasan terbesar, penduduk terbanyak, dan sumber daya alam terkaya, yang mana di  antaranya berada di Pulau Sumatera. Oleh karena itu, pembangunan JTTS termasuk agenda  prioritas pemerintah yang dikategorikan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Dengan semangat Hari Pahlawan, Hutama Karya ingin melanjutkan perjuangan  memperkokoh negeri melalui pembangunan infrastruktur, dengan selalu melakukan inovasi  dan terobosan baru berkelanjutan. Saat ini Hutama Karya terus berfokus dalam membangun  dan mengembangkan JTTS sebagai salah satu PSN. Harapannya agar dari pembangunan ini  dapat menggerakkan ekonomi rakyat, sehingga wilayah-wilayah di Indonesia, dalam hal ini  Pulau Sumatra, turut menjadi bagian penting dari rantai produksi regional dan global, yang  berperan mengakselerasi pemerataan pembangunan dan keadilan ekonomi, menuju Indonesia  maju,” pungkas Budi.

Sementara itu, Executive Vice President Sekretaris Perusahaan HK, Muhammad  Fauzan, menambahkan bahwa Sumatra menjadi sentra produksi dari pengolahan hasil bumi,  dan juga lumbung energi nasional. Kegiatan perekonomian utama Sumatra saat ini berfokus  pada kelapa sawit, karet, batu bara, perkapalan dan besi baja. “Tersambungnya JTTS nantinya  mulai dari Lampung hingga Banda Aceh, kami harapkan dapat memfasilitasi pengolahan potensi sumber daya, sehingga Sumatra dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia.  Sebab pengembangan kegiatan ekonomi utama juga memerlukan konektivitas (infrastruktur),  yang selanjutnya harus didukung oleh bertambahnya ketersediaan energi yang cukup, untuk  mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi, yang available, reliable dan affordable,” kata  Fauzan.

BACA JUGA:   Informasi Terkini Volume Lalu Lintas Selama Arus Balik Nataru 2023/2024 di JTTS

Lebih lanjut, Fauzan juga menyampaikan bahwa konektivitas di Sumatra perlu didukung agar  pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya bertumpu di Pulau Jawa, namun merata ke  berbagai wilayah, sehingga keseimbangan kondisi infrastruktur dapat tercapai. Kehadiran  infrastruktur jalan di Sumatera diyakini akan memberikan dampak positif kepada masyarakat,  serta meningkatkan produktivitas kegiatan ekonomi. Sebagai contoh kelapa sawit, tingkat  produksi Crude Palm Oil (CPO) sangat bergantung pada waktu tempuh, sebab kualitas Tandan  Buah Segar (TBS) akan menurun dalam 48 jam setelah pemetikan. Namun dengan adanya  JTTS, waktu tempuh bisa menjadi lebih singkat sehingga mampu meningkatkan kapasitas serta  kualitas, tak hanya kelapa sawit namun sumber daya alam lainnya.

Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang ±1.160 km, dengan rincian  651 km ruas tol dalam tahap konstruksi dan 509 km ruas tol yang telah beroperasi secara penuh.  Ruas tol yang telah beroperasi di antaranya adalah ruas Medan – Binjai seksi 2 & 3 (13 km),  ruas Palembang – Indralaya (22 km), ruas Bakauheni – Terbanggi Besar (141 km), ruas  Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (189 km), ruas Sigli – Banda Aceh seksi  4 Indrapuri – Blang Bintang (14 km) dan ruas Pekanbaru – Dumai (131 km).

HK Luncurkan Experttalk

Masih dalam semangat Hari Pahlawan, HK juga ingin terus menggaungkan pentingnya  pembangunan infrastruktur dikaitkan dengan akselerasi manfaat ekonomi, yang mana  membutuhkan sinergi multi dimensi lintas sektoral para stakeholder, melalui sebuah  kesepemahaman bersama. Untuk memaksimalkan dampak positif pembangunan infrastruktur  tentunya diperlukan sinergi dan koordinasi, oleh karena itu, dalam beberapa bulan ke depan,  Hutama Karya melalui HK Academy dan HK Research Institute, juga akan meluncurkan Hutama

BACA JUGA:   Genjot Akselerasi Digitalisasi BUMN Tuk Dongkrak Perekonomian Nasional

ExperTalk, yakni sebuah forum yang akan mewadahi perusahaan, praktisi, pemerhati, mahasiswa  serta masyarakat umum di seluruh Indonesia, untuk melakukan sharing knowledge.

Hutama ExperTalk merupakan forum untuk pembahasan dan sumbangsih gagasan dalam bidang  infrastruktur dan energi, yang rencananya akan digelar dalam bentuk Webinar Series yang  dikemas inspiratif dan interaktif. “Diharapkan, dari seri diskusi interaktif dalam beberapa bulan  ke depan, akan mampu menghasilkan terobosan inisiatif solusi yang better-faster-cheaper,  sehingga mampu berkontribusi terhadap keilmuan serta kebermanfaatan bagi Indonesia.  Harapannya, bersama Hutama Karya kita dapat membangun dan terus memajukan bangsa,” tutup  Budi Harto, Direktur Utama Hutama Karya.

Previous Post

1,6 Juta Liter Pertamax Turbo Terjual di Lampung

Next Post

Pefindo Tegaskan Peringkat Mandala Finance

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR