Jakarta, TopBusiness – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, menyebut ada tiga nilai yang dapat diteladani dari setiap peristiwa yang melahirkan pahlawan.
“Pertama, pahlawan hadir karena ada tantangan. Dalam setiap episode dalam sejarah Republik Indonesia, selalu hadir tantangan, selalu hadir cobaan. Di situlah kita akan melihat pahlawan-pahlawan yang dilahirkan,” kata Menkeu dalam upacara peringatan Hari Pahlawan di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang digelar secara virtual dan fisik, Selasa, (10/11).
Nilai kedua adalah perjuangan yang membutuhkan pengorbanan. Berjuang, menurut Menkeu, adalah satu-satunya cara untuk menghadapi tantangan, cobaan, dan persoalan yang menghadang bangsa dan negara. “Cita-cita mencapai sebuah negara yang adil, makmur, beradab, dan terus menjaga kemerdekaan tidak akan hadir dengan sendirinya. Seluruh proses untuk mencapai cita-cita memerlukan perjuangan. Perjuangan itulah yang sering meminta pengorbanan dan di situlah lahir sikap kepahlawanan,” lanjutnya sebagai inspektur upacara.
Menkeu berpendapat bahwa kita semuanya bisa menjadi pahlawan. Itulah nilai ketiga yang ada pada pahlawan. Menkeu mengingatkan bahwa selain semangat juang Bung Tomo, ada jutaan pahlawan yang juga turut serta dalam mewujudkan semangat untuk melawan penjajah. “Kita juga tahu bahwa banyak pahlawan, ribuan, jutaan pahlawan lain yang juga turut serta dalam mewujudkan semangat untuk melawan penjajah dan pada akhirnya mampu mempertahankan kemerdekaan. Jadi, pahlawan tidak berjuang sendiri,” ujar Menkeu.
Pada upacara yang bertema “Pahlawanku, Sepanjang Masa” ini, Menkeu menegaskan bahwa seluruh jajaran Kemenkeu harus memiliki dan menunjukan jiwa pahlawan yaitu dengan senantiasa berjuang, mengikhtiarkan dengan seluruh pemikiran, jiwa dan raga untuk mencapai cita-cita Bangsa Indonesia.
foto: kemenkeu.go.id
