Jakarta, TopBusiness – Meski pertumbuhan ekonomi masih minus pada kuartal III 2020, Presiden Joko Widodo menilai ada peningkatan yang dipengaruhi daya beli masyarakat. Terdapat 1,83 persen peningkatan pertumbuhan ekonomi, sehingga menjadi lebih baik ketimbang pada kuartal kedua lalu.
“Alhamdulillah memasuki kuartal ketiga tahun 2020 perekonomian kita sudah mulai ke arah pulih dan bangkit. Pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga tumbuh minus 3,49 persen year on year,” kata Presiden Joko Widodo saat memberi sambutan secara virtual dalam peringatan HUT Partai NasDem ke-9, Rabu (11/11)
“Artinya sudah mengalami peningkatan pertumbuhan ekonomi 1,83 persen di kuartal ketiga dibandingkan dengan kuartal yang ke 2,” tambahnya.
Di sisi lain, Jokowi tak ingin semua pihak berpuas diri dulu. Apalagi, jika tidak melakukan upaya yang bisa memperbaiki perekonomian dalam negeri.
Kepala Negara ingin agar semuanya bergerak untuk bekerja lebih keras lagi. Khususnya di tengah pandemi COVID-19.
“Kita tidak boleh puas dengan gejala positif ini, kita harus bekerja keras untuk membuka lapangan kerja, kita harus bekerja keras untuk meningkatkan pengembangan UMKM secara besar-besaran yang mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.
Sebelumnya, Jokowi menjelaskan bahwa dalam masa pandemi ini memang cukup berdampak pada semua aspek. Termasuk perekonomian.
Untuk itu, dia kembali menyebut semua bekerja dengan cara yang lain. Tidak lagi menggunakan cara yang biasa melainkan yang luar biasa agar ada percepatan pemulihan.
“Ini merupakan pukulan berat terhadap perekonomian nasional kita yang membutuhkan kerja-kerja yang tidak biasa-biasa yang membutuhkan cara kerja yang luar biasa,” ujarnya.
Sebelumnya, pada kuartal kedua pertumbuhan ekonomi cukup terpukul. Yaitu hanya di angka minus 5,32 persen. Tak hanya itu, angka pengangguran pun meningkat menjadi 6,9 juta.