Percepat Pemulihan Ekonomi, BI Rate Dipangkas Jadi 3,75 Persen

Penulis Nurdian Akhmad

Jakarta, TopBusiness – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 November 2020 memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate atau BI7DRR di level 3,75 persen dari sebelumnya 4 persen. Adapun suku bunga Deposit Facility tetap 3,00 persen, dan suku bunga Lending Facility 4,50 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo  menjelaskan, keputusan ini mempertimbangkan perkiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas eksternal yang terjaga dan sebagai langkah lanjutan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

 “BI tetap berkomitmen untuk menyediakan likuditas, termasuk dukungan BI kepada pemerintah dalam mempercepat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2020,” kata Perry dalam siaran virtual RDG, Kamis (19/11/2020).

Tercatat, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Oktober 2020 inflasi 0,07 secara bulanan (month to month) dan 1,44 persen secara tahunan (year on year).

Sedangkan inflasi Januari hingga Oktober 2020 sebesar 0,95 persen secara year to date. Angka inflasi itu, kata dia, terkendali dalam sasaran 3 plus minus 1 persen.

BI memperkirakan inflasi pada akhir 2020 lebih rendah dari batas bawah sasaran inflasi dan kembali pada sasarannya 3 persen plus minus 1 persen pada 2021.

“Bank Indonesia konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah guna mengendalikan inflasi,” ujarnya.

Dia juga mengatakan keputusan itu, juga bagian penguatan bauran kebijakan nasional untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional dengan tetap menjaga terkendalinya inflasi dan stabilitas nilai tukar.

BACA JUGA

Tinggalkan komentar