Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan Jumat (20/11/2020) akhir pekan ini berpotensi mengalami penguatan. Pasalnya, Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga dan penguatan bursa saham Wall Street, New York.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia via samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan rilis data initial jobless claims AS semalam meningkat menjadi 742 ribu (prev: 711 ribu, cons: 707 ribu) dari minggu sebelumnya, dan meleset dari perkiraan konsensus pasar. Peningkatan ini merupakan yang pertama pada bulan ini, ditengah peningkatan kasus covid dan pengetatan pembatasan aktivitas di beberapa negara bagian.
Pasar saham AS ditutup menguat semalam, dipimpin oleh penguatan nasdaq 0,87%, diikuti oleh S&P 500 0,39% dan dow jones 0,15%. Sementara yield 10Y Treasury AS berada di level 0,823%, melanjutkan koreksi minggu ini setelah sempat mendekati 1,00% di minggu sebelumnya.
Kemarin, BI kembali memangkas suku bunga sebesar 25 bps menjadi 3,75% (prev: 4%; cons: 4%), menjadikan total pemotongan suku bunga sebanyak 125 bps pada 2020. Sementara itu, pertumbuhan kredit hingga Oktober masih melemah 0,47% (prev: 0.12%; cons: n/a), Gubernur BI, Perry Warjiyo, berharap bank dapat menurunkan suku bunga kredit untuk mendorong pemulihan kredit.
Foto: Rendy MR
