Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan cenderung turun.
Dalam laman Samuel Sekuritas Indonesia via samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, memperlihatkan bahwa pasar Amerika pada hari Jumat terkoreksi dengan penurunan 0,75% pada index Dow Jones, 0,67% pada index S&P500 dan 0,41% pada index Nasdaq. Investor AS masih akan wait and see terhadap melonjaknya infeksi Covid-19 dan perkembangan dari vaksin.
Dari dalam negeri, kasus harian Covid-19 masih belum menurun dengan penambahan 4.360 kasus baru pada hari Minggu kemarin (Sabtu: 4.998 kasus) dan pasien sembuh harian pada hari Minggu sebanyak 4.233 pasien (Sabtu: 3.404). Saat ini akumulasi kasus Covid-19 berjumlah 497.668 kasus, dengan pasien sembuh sebanyak 413.955 pasien (84,0% recovery rate). Ke depan, diperkirakan penambahan kasus harian masih belum akan turun mengingat terus bertambahnya klaster-klaster penyebaran baru. PSBB transisi di DKI Jakarta diperpanjang hingga 6 Desember.
Untuk IHSG, pekan ini akan minim sentimen dari rilis data ekonomi dan perhatian investor masih akan tertuju pada kasus Covid-19 secara global masih menjadi sorotan. IHSG Jumat lalu terkoreksi 0,41% secara harian namun naik signifikan 2,03% secara mingguan ke level 5.571. Dengan minimnya sentiment penggerak, ada kemungkinan aksi profit taking yang dilakukan oleh investor sebelum melanjutkan trend kenaikan.
“IHSG pada hari ini diperkirakan akan bergerak terbatas seiring dengan potensi aksi profit taking dan kekhawatiran akan melonjaknya Kembali kasus Covid-19 di Indonesia,” demikian tertulis.
Foto: rendy mr
