Jakarta-Thebusinessnews. Rencana PT Rimo Internsional Lestari Tbk (RIMO ) masih dalam proses perijinan prinsip dari otoritas Jasa Keuangan. Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK ), M Noor Rochman menyatakan saat ini belum ada ijin yang dikeluarkan terkait dengan rigth issue tersebut.
Ia menambahkan, pihaknya akan menekakan keterbukaan dalam proses tersebut. Sementara terkait dengan harga saham tidak menjadi perhatiannya. “ Kalau soal harga OJK tidak ikut ikutan itu tergantung RUPS mereka,” terang dia di Jakarta,Jumat, 10 Juli 2015.
Seperti diketahui, RIMO tengah mencari dana melalui proses Rigth Issue dengan target sebesar Rp8,1 triliun. Rencananya dana tersebut akan dialokasikan hampir seluruhnya untuk membiayai akuisisi dan penyertaan modal pada perusahaan properti, Hokindo Mediatama. Dengan nilai Rp 6,25 triliun atau 77,65 persen dari dana hasil aksi korporasi tersebut
Sedangkan 24,42% dana rights issue akan digunakan sebagai penyertaan modal pada Hokindo Mediatama. rights issue tersebut akan menawarkan sebanyak 30,6 miliar saham dengan nominal Rp250 per lembar dan rasio 1:90 dengan harga penawaran Rp265 per lembar. Jumlah dana yang akan diterima perseroan sebesar Rp8,109 triliun. Cum dan ex di pasar reguler/negosiasi adalah 11-12 Agustus 2015 dengan periode perdagangan HMETD 19 Agustus-14 September 2015. Haven Capital Pte Ltd sebagai pembeli siaga dari rights issue ini. Perseroan akan menyelenggarakan RUPSLB pada 4 Agustus 2015. (AZ)
