Jakarta, TopBusiness – Per 19 November, data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan jumlah investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah mencapai 1.503.682. Ini berarti ada penambahan sebanyak 417.366 single investor identification (SID) baru atau naik 28 persen sepanjang 2020.
Demikian disampaikan Sekretaris Perusahaan, Yulianto Aji Sadono melalui idx.co.id, di Jakarta. “Pasar Modal Indonesia yang telah menerapkan perdagangan saham berbasis daring (online trading) sejak 2010 silam ternyata sejalan dengan penerapan era ‘New Normal’ saat ini. Ditambah lagi dengan masifnya peran BEI bersama Perusahaan Efek Anggota Bursa dalam melakukan sosialisasi dan edukasi Pasar Modal telah meningkatkan daya tarik masyarakat Indonesia untuk berinvestasi saham,” kata dia.
Salah satu program sosialisasi dan edukasi untuk mengenalkan pasar modal, khususnya kepada generasi milenial adalah melalui pelaksanaan kompetisi 10 Days Challenge 2020 pada 494 Galeri Investasi (GI) BEI di seluruh Indonesia. Pada periode ketiga kompetisi ini, sebanyak 41 GI dan 5 Perusahaan Efek Anggota Bursa telah mengikuti kompetisi ini dengan 2.715 SID baru telah tercatat validitasnya di KSEI.
10 Days Challenge merupakan kompetisi yang diselenggarakan oleh BEI bagi seluruh GI BEI di Indonesia berupa tantangan untuk melakukan pembukaan rekening efek saham sebanyak-banyaknya dalam jangka waktu 10 hari bursa. Kompetisi ini dibagi menjadi 4 periode dan selama pandemi BEI menambahkan kebijakan perpanjangan durasi kompetisi setiap periodenya sebanyak 10 hari kerja, sehingga periode ketiga dimulai sejak 9 September telah berakhir pada 6 Oktober 2020.
Selain memberikan apresiasi kepada GI BEI dan Anggota Bursa Mitra GI BEI, tujuan dari kompetisi ini adalah untuk semakin mengimplementasikan pembukaan rekening efek yang saat ini sudah semakin cepat dan mudah. Tidak hanya itu, tujuan lainnya adalah sebagai sarana edukasi pasar modal dan mendorong terciptanya inklusi pasar modal dalam bentuk peningkatan jumlah investor dalam negeri.
Foto: Rendy MR
