TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Berpotensi Terkena Aksi Ambil Untung

Agus Haryanto
8 December 2020 | 08:24
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan bergerak di zona merah di hari Selasa (08/12/2020) ini. Pasalnya, indeks komposit Jakarta ini berpotensi terkena aksi ambil untung.

Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan bahwa bursa semalam Amerika ditutup variatif. Dow jones turun 0,49%, diikuti S&P 500 0,19% dan Nasdaq 0,45%. Kasus Covid-19 kembali meningkat dengan penambahan kasus 196,2 ribu pada 7 hari terakhir atau meningkat 20% dari sebelumnya.

Dari Asia, perdagangan kemarin beberapa bursa utama Asia ditutup variatif. Nikkei minus 0,8%, Hang Seng 1,2%, Kospi 0,5% dan Shanghai 0,8%. IHSG ditutup naik 2,1% ke level 5.931 ditengah pembelian bersih sebesar Rp 401,1 triliun di pasar reguler. Vaksin Sinovac yang tiba di Indonesia pada minggu malam menjadi katalis positif bagi pasar dalam negeri. Data cadangan devisa bulan November dilaporkan turun USD 100 juta menjadi USD 133,6 miliar. Semalam EIDO ditutup naik 1,72%.

Berita dan sentimen yang dapat dicermati, diantaranya, dari dalam negeri akan merilis indeks kepercayaan konsumen bulan November (ramalan: 85, sebelumnya: 79). Kasus baru Covid-19 dalam negeri Senin diumumkan sebanyak 5.754 kasus (Minggu: 6.089 kasus) dengan kesembuhan 4.431 kasus sehingga kasus ditutup mencapai 85,5%. Hingga kini Indonesia telah mencatat total kasus Covid-19 mencapai 581,55 ribu

“IHSG diperkirakan bergerak datar mengingat secara MTD, IHSG telah naik 5,66% sehingga rawan terkoreksi,” demikian tertulis.

Foto: Rendy MR

BACA JUGA:   Investor Harus Tahu, Ada Potensi Besar Perusahaan Pengelola Cinema XXI Jelang IPO
Previous Post

Cadangan Devisa sebesar USD 133,6 Miliar

Next Post

Indeks Komposit Jakarta Bertambah 16,9 Poin

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR