TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Hutama Karya Berdayakan Masyarakat Lokal di JTTS di Masa Nataru

Albarsyah
8 December 2020 | 13:09
rubrik: BUMN
Hutama Karya Berdayakan Masyarakat Lokal di JTTS di Masa Nataru

Jakarta, TopBusiness – Dua pekan jelang momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), PT Hutama  Karya (Persero) (Hutama Karya) selaku salah satu Badan Usaha Jalan Tol (BUJT)  berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan prima dengan mempersiapkan berbagai  fasilitas tambahan bagi pengguna jalan yang melintas di jalan tol yang dikelolanya, termasuk  di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Executive Vice President (EVP) Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol (OPJT), Aries,  menyampaikan bahwa tak hanya melakukan peningkatan pelayanan, Hutama Karya juga aktif  berkoordinasi dan melibatkan aparat setempat guna memperketat keamanan yang ada di JTTS.  “Seperti momen libur panjang sebelumnya, kami akan kembali bangun pos check point dimana  pengguna jalan tidak hanya akan di cek suhu tubuhnya tetapi juga akan mendapatkan cek  kesehatan gratis untuk memastikan kondisi pengguna jalan dalam keadaan baik. Pos check  point ini juga akan dijaga oleh aparat keamanan setempat seperti PJR & TNI,” pungkas Aries dalam keterangan resminya yang diterima redaksi Top Business.id.

Secara teknis mulai dari tanggal 24 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021, pos check point akan disediakan di berbagai titik pada setiap ruas tol di JTTS. Pada ruas tol Bakauheni – Terbanggi Besar, pos check point berada di KM 87 Jalur A dan KM 20 Jalur B, sedangkan di ruas tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang Kayu Agung berada di Rest Area KM 234 Jalur A dan Rest Area KM 215 Jalur B dengan melibatkan Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi  Lampung dan Provinsi Sumatra Selatan serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan  (Basarnas) Provinsi Lampung dan Provinsi Sumatra Selatan. Sementara itu, untuk di ruas tol  Pekanbaru – Dumai juga akan disiapkan check point yang berada di Rest Area KM 45 Jalur A  dan Rest Area KM 82 Jalur B. 

BACA JUGA:   16.500 Peserta Ditargetkan Ikut Pertamina Eco RunFest

“Dari sisi pengamanan, Hutama Karya akan menambah personil dari pihak kepolisian dan juga  TNI Angkatan Darat dengan melakukan patroli 24 jam, mendirikan pos pantau yang berada di  sepanjang jalan tol dan pos pengamanan (PAM) yang berada di rest area, serta menyiapkan  fasilitas terkait Kamseltipcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Kelancaran, Ketertiban Arus  Lalu Lintas),” imbuh Aries.

Guna memastikan pelayanan optimal kepada para pelanggannya, Hutama Karya sebelumnya  juga telah melaksanakan diskusi dengan Asosiasi Persatuan Truk Indonesia (APTRINDO)  secara daring melalui aplikasi Zoom pada Jum’at (4/12). Melalui diskusi ini, Ketua Umum  APTRINDO, Gemilang Tarigan menyampaikan bahwa APTRINDO sendiri merupakan salah  satu asosiasi yang sejak awal sangat mendukung pembangunan JTTS oleh Hutama Karya.  APTRINDO juga menyampaikan harapan kepada Hutama Karya untuk terus meningkatkan  pelayanan dan keamanan yang selama ini sudah cukup baik sehingga sopir truk yang melintas  semakin nyaman ketika melintas di JTTS. 

“Kami sangat berharap agar pembangunan dan pengoperasian JTTS ini dapat berjalan dan  terlaksana dengan baik. Kami juga mendapatkan banyak manfaat yang dirasakan setelah  adanya jalan tol ini. Kami harap diskusi ini dapat berlanjut kedepan sehingga dapat menjadi  wadah baik bagi kami maupun Hutama Karya untuk menyampaikan saran dan masukan yang dapat membantu meningkatkan pelayanan dari jalan tol Hutama Karya itu sendiri,” ujar  Gemilang.

Dari sisi operasional, Hutama Karya telah memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai  Peraturan Menteri PU Nomor 16/PRT/M/2014 tentang Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol.  Adapun salah satunya yaitu dengan menyediakan layanan derek, ambulans dan rescue secara gratis, menyediakan CCTV yang tersebar di sepanjang Jalan Tol disetiap satu kilometer yang  memiki dua arah mata kamera sehingga dapat mencakup seluruh aktivitas yang ada di  sepanjang jalan tol (termasuk rest area) dan selalu dipantau oleh petugas selama 24 jam penuh  melalui Command Center, baik yang berada di setiap ruas tol maupun yang berada di kantor  pusat dengan menggunakan sistem terintegrasi.

BACA JUGA:   Wika Terapkan K3 di Seluruh Projek dengan Ketat

Dalam sistem yang sudah terintegrasi tersebut, terdapat fitur yang dapat mendeteksi apabila terdapat peringatan dari tiap ruas tol dan petugas  akan langsung merespon keluhan dengan response time maksimal 5 menit. 

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Muhammad Fauzan dalam diskusi daring tersebut juga mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya  Hutama Karya memberikan pelayanan yang terbaik yaitu dengan berdialog secara langsung  dengan perwakilan dari APTRINDO selaku pengguna jalan tol. “Ini merupakan salah satu  tugas kami mengadakan forum diskusi seperti ini untuk mendengar aspirasi dari pengguna jalan  tol agar masukan yang nanti disampaikan dapat bermanfaat untuk peningkatan kualitas  pelayanan Jalan Tol Hutama Karya dan diharapkan kedepannya akan terus ada forum-forum  serupa.” tutur Fauzan.

Fauzan juga menegaskan bahwa hingga saat ini, Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS)  yang sudah beroperasi dan dikelola Hutama Karya yaitu sepanjang 513 kilometer yang  diantaranya mencakup ruas Medan – Binjai (15 km), ruas Palembang – Indralaya (22 km),  ruas Bakauheni – Terbanggi Besar (141 km), ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (189 km), termasuk dua ruas tol yang baru diresmikan yaitu ruas Sigli – Banda  Aceh seksi 4 Indrapuri – Blang Bintang (14 km) dan ruas Pekanbaru – Dumai (132 km).

“Banyak yang mengira seluruh jalan tol yang ada di JTTS dikelola oleh Hutama Karya,  sehingga terkadang banyak komplain yang kami terima. Kenyataannya tidak demikian. Seperti  jalan tol Jakabaring – Kayu Agung itu dikelola oleh BUJT lain sehingga bukan termasuk  kedalam wewenang kami. Namun kami tetap berkoordinasi agar keamanan dan kenyamanan  yang didapatkan oleh pengguna jalan sama.” tutup Fauzan.

BACA JUGA:   Kondisi Sarfas Pertamina dalam Keadaan Aman dan Beroperasi Normal

Hutama Karya menghimbau kepada seluruh pengguna jalan agar dapat mematuhi ketentuan  dan tata tertib yang berlaku di jalan tol, serta memastikan kecukupan saldo UE sebelum  melintas di jalan tol dan apabila pengguna jalan lupa untuk mengisi saldo UE dapat  menggunakan aplikasi HK Toll Apps yang dimiliki oleh Hutama Karya dimana didalamnya  terdapat fitur Cek Saldo UE dan juga dapat melakukan Top up saldo UE.

Serta melaporkan ke Call Centre masing-masing Cabang Tol apabila terjadi tindak kejahatan yang ada di jalan tol  maupun rest area. Serta mematuhi protokol kesehatan yang berlaku dan membatasi diri untuk  keluar rumah apabila tidak ada keperluan yang mendesak.

Previous Post

Hutama Karya Salurkan Bantuan Sarana dan Prasarana Infrastruktur

Next Post

MedcoEnergi turut Bangun Negeri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR