TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Indeks Penjualan Riil Tumbuh -0,4%

Agus Haryanto
10 December 2020 | 10:12
rubrik: Business Info
FOTO – Rencana Larangan Pakai Kantong Plastik

Konsumen Pusat Belanja di Jakarta (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Kinerja penjualan eceran secara bulanan terindikasi tumbuh membaik pada November 2020. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) November 2020 yang tumbuh sebesar -0,4% (mtm), lebih tinggi dari pertumbuhan bulan Oktober 2020 sebesar -5,3% (mtm).

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif-Kepala Departemen Komunikasi, Erwin Haryono, dalam laman bi.go.id, di Jakarta, hari ini. “Perbaikan kinerja tersebut didorong oleh penjualan sejumlah kelompok barang, seperti Suku Cadang dan Aksesoris serta subkelompok Sandang yang tumbuh positif sejalan kebutuhan yang meningkat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan tahun baru pada,” katanya.

Secara tahunan, kinerja penjualan eceran pada November 2020 diprakirakan kontraksi -15,7% (yoy), sedikit lebih dalam dibanding Oktober 2020 sebesar -14,9% (yoy), terutama disebabkan penurunan penjualan kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi.

Dari sisi harga, tekanan inflasi pada 3 bulan mendatang (Januari 2021) diprakirakan menurun, sementara pada 6 bulan mendatang (April 2021) meningkat. Indikasi penurunan harga pada Januari 2021 tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang sebesar 139,8, lebih rendah dibandingkan dengan IEH bulan sebelumnya sebesar 142,5. Penurunan harga didukung oleh pasokan barang yang tercukupi, kelancaran distribusi serta normalisasi harga pascaHBKN natal.

Sementara itu, IEH 6 bulan yang akan datang sebesar 163,9, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 160,0 karena kenaikan harga bahan baku disertai masuknya bulan Ramadan dan menjelang HBKN Idulfitri.

BACA JUGA:   Kementerian PU Pastikan Kesiapan Infrastruktur di Sulsel Jelang Nataru 2025/2026
Previous Post

KSPN Mandalika Dikebut Penyelesaiannya

Next Post

Lewat Aplikasi Lakuemas, Bank Danamon Mudahkan Investasi Emas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR