TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

DER Rendah, CMNP Bakal Mudah Cari Pembiayaan Untuk Proyek di 2021

Busthomi
15 December 2020 | 17:08
rubrik: Capital Market
Tol Depok Antasari Tembus Akses Bogor

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Kinerja keuangan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) sepanjang pandemi Covid-19 ini masih terlihat positif, kendati sedikit terkoreksi. Beberapa pos dan rasio keuangan masih mencatatkan angka-angka yang membaik hingga akhir tahun ini.

Tecatat, untuk pos pendapatan dan laba bersih, peseroan masih bisa mencatatkan angka masing-masing Rp2,26 triliun dan Rp264 miliar. Bahkan di tahun depan diproyeksi juga akan terus membaik yakni di angka Rp3,24 triliun untuk pendapatan dan Rp485 miliar untuk laba bersih.

Selain itu untuk EBITDA konsolidasi perseroan juga di akhir tahun ini diperkirakan sebesar Rp853 miliar dengan perkiraan di tahun depan di angka Rp1,1 triliun. Dengan EBITDA Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) sebesar Rp795 miliar di akhir 2020 dan sebesar Rp911 miliar di akhir 2021 nanti.

Rasio keuangan lain yang positif adalah rasio lancar di angka 1,68 kali di akhir 2020 dan di angka 2,79 kali proyeksi di 2021. Adapun untuk rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) sebesar 0,52 kali di akhir 2020 ini dan tahun depan juga masih kecil di angka 0,72 kali. Dengan net debt/equity ratio di posisi 0,09 kali dan 0,20 kali di 2021 nanti.

“Dengan nilai DER yang di bawah 1 kali itu, maka kemampuan pendanaan CMNP masih leluasa untuk menggarap proyek-proyek selanjutnya,” tutur Direktur Independen CMNP, Hasyim, saat paparan publik di Jakarta, Selasa (15/12/2020).

Apalagi, kata dia, ditambah lagi dengan perkuatan struktur modal CMN yang baru saja masuk. Yakni berasal dari aksi korporasi perseroan berupa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), yaitu sebesar Rp1,4 triliun dan penerbitan waran seri-1 sebesar 1,2 triliun.

BACA JUGA:   Optimis Ekonomi Membaik, CMNP Yakin Target Pendapatan dan Laba di 2021 Tercapai

Dengan posisi DER yang kuat itu, kata dia, perseroan yakin bahwa tiga proyek yang sedang dan segera berjalan adalah proyek yang akan “melengkapi” interkonektivitas jaringan. Proyek tersebut adalah Tol Harbour Road Il (HBR II) akan melengkapi jaringan Jakarta Intra Urban Toll Road (JIUT) dan Jakarta Outer Ring Road (JORR), Tol Antasari-Salabenda (Desari) akan menjadi second Jagorawi yang terkoneksi dengan 4 jaringan jalan tol, serta Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).

“Untuk pendaanaan ini berasal dari keuangan internal sama dengan dari HMETD kemarin baru diterbitkan. Seang untuk aksi korporasi tahun depan guna pembiayaan proyek-proyek itu, masih dikaji. Apakah itu pendanaan baru obligasi atau dari full lembaga keuangan atau non keuangan. Apalagi posisi DER kami masih jauh, sehingga kita masih banyak ruang untuk mengincar pendanaan baru,” jelas Hasyim.

Dan untuk lebih terus memacu kinerja tahun 2021, perseroan mengalokasikan dana belanja modal (capex) mencapai Rp5 triliun untuk pengerjaan lanjutan di ruas di Tol Cisumdawu, Desari dan HBR II Elevated tersebut.   

Direktur Independen PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), Hasyim (tengah) saat menyampaikan materi paparan publik di kantornya, Jakarta, Selasa (15/12/2020). (Foto: TopBusiness)

Sebelumnya, CMNP telah menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Ruas Cawang Tanjung Priok, Ancol Timur Jembatan Tiga/Pluit pada 23 Juni 2020 di Kantor Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Jakarta, Penambahan lingkup dalam PPJT terkait pengembangan Jalan Tol Ancol Timur Pluit (Elevated) atau Tol HBR II dengan total investasi sebesar Rp 15,851 triliun. Jalan Tol HBR II memiliki panjang 9,6 km dengan rencana beroperasi pada tahun 2024. 

Selain itu, PT Citra Waspphutowa yang merupakan salah satu anak usaha CMNP tahun ini juga telah mengoperasikan Tol Depok -Antasari (Desari) Seksi 2: Brigif-Sawangan pada 3 Juli 2020. Sedangkan Tol Desari Seksi 1 Antasari-Brigif telah melaksanakan penyesuaian tarif tol pada 6 Desember 2020 lalu. 

BACA JUGA:   Jelang Perayaan 47 Tahun Diaktifkannya Pasar Modal, Tiga SRO Ini Pamer Kinerja

Selanjutnya pengerjaan Seksi 3: Sawangan-Bojonggede sepanjang 9,5 km dan Seksi 4: Bojonggede-Salabenda sepanjang 6,4 km masih dalam tahap pengerjaan dan pembebasan lahan. Rencananya Tol Desari dapat beroperasi secara menyeluruh pada triwulan I-2023. 

“Proyek CMNP lainnya yang saat ini tengah berjalan yaitu Tol Cileunyi –Sumedang Dawuan (Cisumdawu) yang dikelola PT Citra Karya Jabar Tol. Ruas tol dengan total panjang 60,10 km ini rencananya akan terkoneksi dengan Tol Padalarang, Cileunyi, Soreang-Pasir Koja (Soroja) dan Cikampek-Palimanan (Cipali),” kata dia. 

Ungtuk Tol Cisumdawu Seksi 1: Cileunyi Rancakalong, Seksi 2: Rancakalong Sumedang, dan Seksi 3: Sumedang Cimalaka ditargetkan beroperasi pada triwulan IV- 2021. Proyek Tol Cisumdawu sendiri memiliki total nilai investasi sebesar Rp 8,408 triliun sedangkan seksi 4 dan 5 masih dalam tahap pembebasan lahan sedangkan seksi 6 saat ini telah mulai melakukan konstruksi. “Secara keseluruhan jalan tal Cisumdawu ditargetkan dapat beroperasai secara penuh pada awal tahun 2024,” pungkas Hasyim.

Foto: Pembukaan tol Depok-Antasari saat diresmikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu (Istimewa)

Tags: CMNPTol Desari
Previous Post

Indeks Komposit Jakarta Tergerus 2,39 Poin

Next Post

Disnakerin Kota Tegal Sosialisasikan Lapur Sijaja

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR