Jakarta, TopBusiness—Berdasarkan monitoring titik media luar ruang di Jakarta pada bulan September 2020, Nielsen menemukan ada sekitar 1.200 titik, tetapi hanya 30% yang terisi dengan iklan. Sebagian besar lainnya masih kosong.
“Tentunya kondisi ini tentunya adalah sebuah tantangan bagi para pemilik titik. Inilah yang membuat para pemilik titik menjadi kreatif dan mencari cara yang efektif meyakinkan pengiklan, salah satunya dengan mengkombinasikan beberapa tipe media yang mereka miliki,” kata Cerli Wirsal, Direktur Nielsen Media Indonesia, dalam paparan riset terbaru, hari ini, melalui jaringan internet.
Salah satu upaya Nielsen dalam membantu semua pelaku industri media luar ruang adalah dengan meluncurkan tiga pengukuran yang menyeluruh, yaitu dari sisi pengukuran traffic yang akurat, belanja iklan dan peta kompetisi di media luar ruang. “Dengan adanya tambahan informasi ini, menunjukkan keseriusan Nielsen untuk membantu perkembangan media luar ruang kedepannya, menjadi lebih transparan dan akuntabel”, ujar Cerli.
Adapun Norisa Saifuddin, SVP Markom BCA, menjelaskan bahwa, “Perhitungan traffic adalah hal standar yang dibutuhkan oleh pengiklan seperti kami, tapi itu tidak cukup. Kami butuh mengukur efektivitas, engagement dan RoI.”
Penjelasan Cerlie, Nielsen Consumer and Media View, sebuah studi sindikasi yang dilakukan di 11 kota besar, menunjukkan bahwa televisi, internet, dan media luar ruang, adalah tiga media dengan angka penetrasi atau jangkauan terbesar.
Per harinya televisi dapatnya menjangkau 90% dari totalnya populasi, sedangkan digital menjangkau 65%-nya, dan media luar ruang 54%-nya. Lebih tepatnya, untuk media luar ruang ada satu dari dua orang menyebutkan jika mereka pernah melihat media ini dalam satu minggu terakhir. Menarik, karena media luar ruang tetap muncul di tengah masanya pandemi seperti saatnya ini.
Fakta menarik lainnya yang Nielsen temukan adalah kebanyakan dari konsumen menjawab jika mereka masih pergi keluar rumah dalam satu minggu terakhir. Definisi keluar rumah dalam hal ini mencakup segala macam aktivitas, baik memang bekerja ke kantor, atau bahkan hanya untuk berbelanja dalam jarak yang sangat dekat.
Hal ini sejalan dengan temuan Nielsen dalam Covid Special Survey di bulan mei 2020 terhadap 500-an responden di 11 kota besar, yang salah satu informasinya menunjukkan kapan konsumen siap untuk keluar rumah. Di kuartal keempat ini, Oktober-Desember 2020, konsumen menyatakan sudah siap untuk menonton konser atau bahkan melakukan perjalan keluar negeri.
“Jadi konsumennya sudah pede untuk keluar, hanya saja channel-nya yang belum dibuka seperti dulunya”, ujar Cerli.
Sumber Ilustrasi Belanja Iklan: Istimewa
