TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

REI Kembali MInta Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga

Nurdian Akhmad
6 August 2015 | 21:47
rubrik: Capital Market, GCG

 

 130613_perumahan-1

Jakarta- Thebusinessnews.  Untuk menyukseskan program 1 juta rumah Real Estate ‎Indonesia (REI) berharap Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan perbankan (BI Rate). Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal REI Hari Raharta Sudrajat ‎. “ Bank Indonesia telah menurunkan aturan uang muka membeli properti menjadi 20 persen dari sebelumnya 30 persen. Namun, hal ini belum mampu meningkatkan daya beli masyarakat terhadap properti.” Terang dia, di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2015.

Ia menambahkan , Uang muka memang  sudah turun, namum belum banyak berdampak pada peningkatan kredit perumahan. Pasalnya, konsumen masih tersandung tingginya suku bunga.  “kami harapkan BI Rate juga turun menjadi 5 persen atau 6 persen (saat ini BI Rate 7,5 persen),” harap dia..

‎Dengan tingginya BI Rate, maka cicilan untuk kredit pemilikan rumah (KPR) kurang bersahabat yakni bunganya doble digit. Padahal, masyarakat membeli rumah tidak hanya memikirkan uang muka tetapi cicilan menjadi pertimbangan juga.

“Kita harapkan KPR itu single digit, sekarang kan doble digit, jadi masyarakat masih berat. Sekarang buat apa doble digit kalau sedikit yang mengajukan KPR, mendingan single digit tapi ini meningkatkan permintaan KPR,” ucapnya.

Di sisi lain, lesunya industri properti  saat ini adany kebijakan bank Indonesia dalam PBI nomor 17/10/PBI/2015 khususnya terkait pencairan kredit properti yang ditahan bank karena KP Inden tidak bisa digunakan pengembang sebagai jaminan. “ padahal jaminan telah diberikn saat penandatanganan PKS, dan pengembang akan dimintakan jaminan tambahan sebesar kredit dicairkan, “ terang dia. (AZ)

 

 

BACA JUGA:   Pemegang Global Bond Modernland Setujui Restrukturisasi
Previous Post

CIti Bank Indonesia salurkan Hibah Seniliai Rp 11,7 miliar

Next Post

Sambut Hakteknas, Gelar RITECH EXPO

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR