TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ini Komposisi Direksi dan Komisaris Bank Syariah Indonesia Tbk

Busthomi
17 December 2020 | 13:19
rubrik: Finance
Ditopang Aset dan Infrastruktur Kuat, Ini Profil Bank Syariah Indonesia

Jakarta, TopBusiness – Proses penggabungan usaha PT Bank BRIsyariah Tbk. (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS) terus berjalan. Saat ini proses merger telah sampai pada tahap penandatanganan Akta Penggabungan, setelah masing-masing bank yang akan bergabung mendapat restu dari para pemegang saham melalui forum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk menuntaskan merger.

Penandatanganan Akta Penggabungan Merger 3 Bank Syariah dilakukan oleh seluruh perwakilan bank peserta penggabungan usaha yakni Direktur Utama Bank BRISyariah Ngatari, Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Hery Gunardi, dan Direktur Utama Bank BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo, kemarin, ditulis Kamis (17/12/2020).

Proses ini juga disaksikan oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan perwakilan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Akta Penggabungan turut memuat susunan kepengurusan bank hasil merger yang terdiri dari 10 Direksi. Kepengurusan ini telah ditetapkan dalam RUPSLB BRIsyariah Selasa (15/2) lalu, dan akan mulai efektif bekerja setelah menjalani proses penilaian oleh OJK.

Berikut susunan manajemen Bank Hasil Penggabungan sesuai kesepakatan dalam RUPSLB BRIsyariah adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Mulya E Siregar;

Komisaris: Suyanto;

Komisaris: Masduki Baidlowi;

Komisaris: Imam Budi Sarjito;

Komisaris: Sutanto;

Komisaris Independen: Bangun S. Kusmulyono;

Komisaris Independen: M. Arief Rosyid Hasan;

Komisaris Independen: Komaruddin Hidayat;

Komisaris Independen: Eko Suwardi.

Dewan Pengawas Syariah

Ketua Dewan Pengawas Syariah: Mohamad Hidayat; Anggota Dewan Pengawas Syariah: Oni Syahroni; Anggota Dewan Pengawas Syariah: Hasanudin; Anggota Dewan Pengawas Syariah: Didin Hafidhuddin

Direksi

Direktur Utama: Hery Gunardi;

Wakil Direktur Utama 1: Ngatari;

BACA JUGA:   FIFGROUP Hadirkan SPEKTRA Meriah di Dua Kota Secara Bersamaan

Wakil Direktur Utama 2: Abdullah Firman Wibowo;

Direktur Wholesale & Transaction Banking: Kusman Yandi

Direktur Retail Banking: Kokok Alun Akbar

Direktur Sales & Distribution: Anton Sukarna

Direktur Information Technology: Achmad Syafii

Direktur Risk Management: Tiwul Widyastuti

Direktur Compliance & Human Capital: Tribuana Tunggadewi

Direktur Finance & Strategy: Ade Cahyo Nugroho

Direktur Utama Bank Hasil Penggabungan berfoto bersama usai menandatangani proses merger tiga bank BUMN syariah, beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

Menjadi Bank Syariah Terdepan

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, penandatanganan Akta Penggabungan menunjukkan bahwa merger usaha tiga bank syariah terus berjalan sesuai jadwal. Dia juga menegaskan, proses merger yang berlangsung sesuai dengan visi Pemerintah untuk menciptakan ekosistem syariah yang lebih mapan dan besar di Indonesia, sehingga dapat bermanfaat luas bagi masyarakat.

Karena itu, Kementerian BUMN mendukung penuh proses penggabungan usaha ini. “Bank hasil merger diharap memiliki produk dan SDM yang kompetitif untuk menjawab kebutuhan pasar nasional serta global. Proses ini bisa berjalan berkat kerja keras semua pihak demi perkembangan ekonomi syariah yang lebih baik lagi,” ujar Tiko, panggilan akrab Kartika.

“Saya juga percaya struktur dan susunan kepengurusan yang sudah ditetapkan telah mencerminkan kebutuhan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Demi memastikan proses integrasi berjalan baik serta mulus, kita butuh profesional berpengalaman yang mengerti luar-dalam kondisi dari ketiga bank untuk mengawalnya,” katanya.

Hery Gunardi, Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN serta Direktur Utama Bank Syariah Mandiri menambahkan, pasca proses penggabungan tuntas Bank Syariah Indonesia harus bisa segera bergerak demi mewujudkan visi menjadi salah satu bank syariah terdepan di Indonesia dan dunia.

BACA JUGA:   Wah, Proyek Infrastruktur Dongkrak Kinerja MTF

“Bank Syariah Indonesia harus bisa langsung tancap gas untuk mewujudkan visi sebagai salah satu bank syariah terdepan di Indonesia dan di dunia. Struktur dan identitas baru ini semakin memicu semangat kami untuk menuntaskan merger dan integrasi sebaik mungkin, agar dapat beroperasi memenuhi segala kebutuhan nasabah dan masyarakat,” katanya.

Bank Hasil Penggabungan akan melakukan kegiatan usaha di 1.200 lebih kantor cabang dan unit eksisting yang sebelumnya dimiliki BRIsyariah, Bank Syariah Mandiri, serta BNI Syariah. Total aset Bank Hasil Penggabungan nantinya mencapai Rp214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp20,4 triliun. Jumlah tersebut menempatkan Bank Hasil Penggabungan dalam daftar 10 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi aset, dan TOP 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar.

Foto: TopBusiness

Tags: Bank Hasil Penggabunganbank syariah Indonesiamerger bank BUMN Syariah
Previous Post

Buana Finance Raih Pinjaman Rp 200 Miliar

Next Post

Fintech Tunaiku Biayai 400 Ribu Nasabah Rp 4,7 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR