Jakarta, TopBusiness—Survei Permintaan Pembiayaan Korporasi Bank Indonesia (BI), mengindikasikan berlanjutnya peningkatan kebutuhan pembiayaan hingga tiga bulan yang akan datang, terutama untuk mendukung aktivitas operasional.
“Saldo Bersih Tertimbang untuk kebutuhan pembiayaan pada bulan ini yakni November 2020 dan tiga bulan mendatang, tercatat lebih tinggi dari hasil survei bulan sebelumnya,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono, dalam penjelasan tertulis hari ini.
Kebutuhan pembiayaan tersebut secara sektoral terutama terjadi pada sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, perdagangan besar dan eceran, real estat, serta jasa pendidikan. “Kebutuhan pembiayaan korporasi tersebut secara umum terindikasi akan dipenuhi dari dana sendiri (laba ditahan).”
Kebutuhan pembiayaan untuk responden rumah tangga hingga tiga dan enam bulan yang akan datang diindikasikan masih terbatas. Bagi responden yang menyatakan berencana untuk menambah pembiayaan, jenis pembiayaan yang akan diajukan terutama kredit multiguna (KMG), kredit pemilikan rumah (KPR), dan kredit kendaraan bermotor (KKB).
“Dari sisi penawaran perbankan, penyaluran kredit baru diperkirakan lebih meningkat pada Desember 2020. Hal tersebut terindikasi dari SBT perkiraan penyaluran kredit baru Desember 2020 sebesar 52,3% yang lebih tinggi dibandingkan SBT perkiraan penyaluran kredit baru November 2020 sebesar 13,5%,” Erwin berkata.
Foto: Rendy MR/TopBusiness
