Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi akan kembali ke jalur pengutan, usai di Jumat lalu terkoreksi. Hal ini lantaran masih cukup kuatnya sinyal positif yang maish menopang Indeks.
Menurut analis pasar modal dari Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama, IHSG ditutup terkoreksi wajar 0.15% di level 6104.32 pada 18 Desember 2020 lala. Dan untuk hari ini, berdasarkan indikator, dilihat dari MACD, Stochastic maupun RSI masih menunjukkan sinyal positif.
“Di sisi lain pun masih terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat,” tutur dia di Jakarta, Senin (21/12/2020).
Dengan kondisi tersebut, berdasarkan rasio fobonacci, Nafan memproyeksi, berdasarkan level support maupun resistance IHSG berada pada rentang 6009.10 hingga 6157.11.
Berikut sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain:
– ASRI, dengan daily (278). RoE: -14.17%; PER: -4.03x; EPS: -66.51; PBV: 0.57x; Beta: 2.25. Terlihat pola shooting star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Sell on strength” pada area level 278 – 286, dengan target harga secara bertahap di level 252 dan 246. Resistance: 294.
– BBNI, dengan daily (6650). RoE: 5.05%; PER: 20.96x; EPS: 311.32; PBV: 1.06x; Beta: 2.05. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area 6600 – 6650, dengan target harga di level 6600, 6825 dan 7950. Support: 6600, 6375 & 6050.
– BBRI, dengan daily (4280). RoE: 9.50%; PER: 27.77x; EPS: 154.15; PBV: 2.64x; Beta: 1.47. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 4230 – 4280, dengan target harga secara bertahap di level 4460, 4640 dan 4760. Support: 4230 & 4130.
– ELSA, dengan daily (380). RoE: 6.69%; PER: 11.12x; EPS: 34.16; PBV: 0.74x; Beta: 1.88. Terlihat pola shooting star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Sell on strength” pada area level 380 – 392, dengan target harga di level 360. Resistance: 400.
– INDF, dengan daily (6825). RoE: 6.57%; PER: 12.49x; EPS: 568.57; PBV: 0.82x; Beta: 0.71. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 6800 – 6850, dengan target harga secara bertahap di level 7075, 7400, 7600 dan 8375. Support: 6800 & 6460.
– INKP, dengan daily (10400). RoE: 8.83%; PER: 10.00x; EPS: 1039.53; PBV: 0.88x; Beta: 1.84. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 10200 – 10400, dengan target harga secara bertahap di level 10875, 11125 and 12300. Support: 9975 & 9475.
– TBIG, dengan daily (1485). RoE: 14.68%; PER: 34.73x; EPS: 43.91; PBV: 5.09x; Beta: 1. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 1470 – 1490, dengan target harga secara bertahap di level 1525, 1575, 1700 dan 1820. Support: 1455.
– TOWR, dengan daily (985). RoE: 24.95%; PER: 20.34x; EPS: 49.89; PBV: 5.08x; Beta: 0.66. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 975 – 985, dengan target harga secara bertahap di level 1000, 1010, 1085, 1155 and 1220. Support: 950.
Foto: Rendy MR (TopBusiness)
