TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Indonesia menuju Produsen Pesawat Terbang

Albarsyah
29 December 2020 | 09:49
rubrik: BUMN
Indonesia menuju Produsen Pesawat Terbang

Jakarta, TopBusiness – Pesawat N219 karya anak bangsa merupakan hasil kerjasama PTDI dan LAPAN yang  pada tanggal 16 Agustus 2017 telah melakukan uji terbang perdana dan pada tanggal  10 November 2017 bertepatan dengan Hari Pahlawan diberi nama Nurtanio oleh  Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Saat ini telah menyelesaikan seluruh  rangkaian pengujian sertifikasi dan resmi memperoleh Type Certificate yang akan  diberikan oleh otoritas kelaikudaraan sipil, dalam hal ini yang berwenang di wilayah  Indonesia adalah Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), Kementerian Perhubungan RI.

Type Certificate pesawat N219 diserahkan Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Nur Isnin Istiartono kepada Direktur Utama PTDI, Elfien  Goentoro, disaksikan oleh Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi di Ruang  Mataram, Gedung Kementerian Perhubungan RI, Jakarta.

Proses sertifikasi merupakan proses terpenting untuk menjamin keamanan dan keselamatan, mengingat pesawat tersebut kedepannya akan digunakan oleh pengguna dan masyarakat umum. Sebagaimana hasil pengujian DKPPU, pesawat N219 dinyatakan telah memenuhi CASR Part 23 (Airworthiness Standards for  Aeroplanes in the Normal, Utility, Acrobatic or Commuter Category).

Ditegaskan “Prototype pesawat pertama (Prototype Design 1) N219 Nurtanio telah menjalani Flight Cycle sebanyak 250 cycle dan Flight Hours sebanyak 275 jam, sedangkan  prototype pesawat kedua (Prototype Design 2) N219 telah menjalani Flight Cycle  sebanyak 143 cycle dan Flight Hours sebanyak 176 jam. Sehingga secara total pesawat N219 telah menyelesaikan 393 Flight Cycle dan 451 Flight Hours dalam  proses sertifikasi ini”, demikian penjelasan Gita Amperiawan, Direktur Teknologi &  Pengembangan PTDI dalam keterangan resmi yang diterima redaksi Top Business.

Bukan pertama kali bagi PTDI melakukan pengembangan produk, pengembangan  pesawat N219 dimulai pada tahun 2014 untuk tahap desain dan aplikasi Type  Certificate, dilanjutkan dengan pembuatan prototype pesawat pertama pada tahun  2016 dan prototype pesawat kedua pada tahun 2017 bersamaan dengan proses  integrasi sistem, dimana pada tahun tersebut merupakan awal mula proses pengujian  untuk sertifikasi, hingga akhirnya di tahun 2020 berhasil memperoleh sertifikasi, untuk  selanjutnya direncanakan masuk ke tahap komersialisasi pada tahun 2021.

Dengan selesainya sertifikasi, pesawat N219 diharapkan dapat menjadi awal dari kebangkitan kembali industri dirgantara Indonesia, yang kemudian dapat membantu mengisi kebutuhan penerbangan konektivitas dan perintis di pelosok Indonesia dan  mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara lebih merata.

BACA JUGA:   Masuk Offline, Pebisnis Online Mesti Cermat

Betapa panjang dan rumitnya proses sertifikasi pesawat N219, diantaranya yaitu  Document Certification, Conformity Inspection, Laboratory Test, Ground Test, Flight  Test System & Performance. Ini akan menjadi kebanggaan bagi Indonesia, untuk pertama kali berhasil menyelesaikan sertifikasi dari pesawat yang sepenuhnya  merupakan hasil karya anak bangsa. Juga merupakan sebuah prestasi pertama dan  luar biasa bagi PTDI dan DKPPU untuk dapat menyelesaikan evaluasi dan test bagi  produk pesawat terbang nasional dengan kompleksitas sebesar ini.

“Ini semua  merupakan prestasi bangsa dan akan menaikkan wibawa bangsa Indonesia di dunia  penerbangan internasional. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu  dan mendukung keberlangsungan program pesawat N219, khususnya LAPAN, DKPPU,  Kementerian Perindustrian RI, Kementerian Perhubungan RI, Kementerian Riset &  Teknologi RI, Kementerian PPN RI/Bappenas, Kementerian BUMN RI, TNI Angkatan  Udara, TNI Angkatan Laut dan beberapa Universitas Negeri terkait. Ini akan menjadi  titik awal kebangkitan PTDI dan saya yakin kelak akan menjadi kebanggaan bagi  bangsa dan negara Indonesia”, jelas Elfien Goentoro, Direktur Utama PTDI.

Adapun untuk nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) pesawat N219  berdasarkan hasil assessment oleh PT Surveyor Indonesia tahun 2019 adalah sebesar  44,69% dan PTDI dengan melibatkan berbagai industri komponen dalam negeri akan  terus berupaya meningkatkan nilai TKDN pesawat N219 hingga mencapai lebih dari  50%, sehingga manfaat dari mengembangkan produk pesawat nasional dapat  dimaksimalkan dan disebarkan pada industri UKM Nasional. Hal ini sebagaimana yang  diharapkan oleh Menteri Riset & Teknologi RI/Kepala BRIN, Bapak Bambang  Brodjonegoro. 

“Mudah-mudahan rantai nilai produksi atau industri pesawat indonesia bisa  diwujudkan dan kita terus berharap meningkatkan TKDN yang saat ini hampir 50%  mudah-mudahan kita bisa segera naikkan di atas 50%. Dan tentunya sekali lagi kita berharap pesawat N219 ini bisa menjadi awal kebangkitan industri Dirgantara di Indonesia”, kata Bambang Brodjonegoro saat meninjau pesawat N219 di PTDI pada  tanggal 11 Desember 2020. 

BACA JUGA:   Empat Strategi Erick Thohir Kembangkan Pariwisata Lokal

Produksi awal pesawat N219 akan dibuat 4 unit pesawat N219 dengan menggunakan kapasitas produksi yang saat ini tersedia, untuk selanjutnya PTDI akan melakukan  upgrading fasilitas produksi dengan sistem produksi modern pada manufacturing,  sehingga secara bertahap kemampuan output produksi akan terus dapat ditingkatkan  sesuai dengan kebutuhan pasar.  Pesawat N219 pada nantinya juga akan terdapat versi pesawat amphibi yang dapat lepas landas di permukaan air selain di bandara biasa, sehingga diharapkan dengan inovasi transportasi udara tersebut, di masa mendatang terbuka kemungkinan dicapainya semua tujuan destinasi pariwisata Nusantara laut dengan cepat  menggunakan pesawat N219 amphibi. Saat ini pengembangan pesawat N219 amphibi  sedang dalam tahapan Preliminary Design, untuk kemudian dilanjutkan ke tahapan  Prototyping & Structure Test, Development Flight Test dan ditargetkan dapat  diperoleh ATC Award pada tahun 2024.

Previous Post

Kembangkan Sektor EBT, KEEN Siap Gandeng Investor Strategis

Next Post

Flyover Purwosari Kota Solo Diuji Coba

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR