Jakarta, TopBusiness – Pasar dan penjualan mobil nasional diperkirakan masih tumbuh pada kuartal I 2021, lebih baik dibandingkan kuartal IV 2020. Meski demikian, dibandingkan periode sama tahun lalu pertumbuhannya masih menurun.
Wakil Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry seperti menjelaskan, sejak kuartal III 2020 seiring membaiknya ekonomi nasional yang terpukul akibat pandemi Covid-19, pasar mobil Indonesia juga tumbuh dibanding kuartal II, 2020 dan terus membaik sampai kuartal IV 2020.
“Kami optimis pasar mobil secara nasional lebih baik dari kuartal keempat tahun lalu, karena indikator ekonomi juga membaik dan kepercayaan konsumen naik,” ujar Henry Tanoto dikutip Senin (4/1/2021).
Toyota Indonesia sebagai pemimpin pasar dan barometer penjualan mobil di Indonesia, contohnya, mengalami pertumbuhan penjualan penjualan sejak kuartal III dibanding kuartal II saat awal pandemi. Pada kuartal III penjualan mobil Toyota mencapai 35.111 unit naik dibandingkan kuartal II yang hanya 26.366 unit.
Pada Oktober dan November 2020 penjualan Toyota juga terus meningkat dibanding rata-rata bulan sebelumnya di kuartal III, yaitu 13.466 dan 17.908 unit, sehingga total penjualan Toyota saja pada Januari-November mencapai 159.450 unit.
Henry Tanoto menyebutkan bahwa penjualan mobil Desember di pihak Toyota Indonesia juga terus membaik dibandingkan November 2020.
“Kemungkinan penjualan mobil secara Nasional untuk semua merek pada 2020 hanya mencapai 560.000 unit. Turun tajam dibandingkan 2019 yang mencapai di atas satu juta unit,” jelas Henry Tanoto.
Akan tetapi ia menyampaikan optimisme bahwa 2021 akan lebih baik bagi kinerja industri serta pasar mobil secara nasional.
Tidak hanya indikator makro ekonomi Indonesia yang membaik, namun kinerja industri manufaktur nasional juga perlahan meningkat, harga komoditas pertanian dan perkebunan naik, serta kepercayaan konsumen bertambah karena sudah lebih paham bagaimana menangani pandemi, serta keberadaan vaksin yang memberi harapan baru.
“Leasing juga mulai pulih. Leasing sangat penting bagi industri otomotif karena penjualan mobil sebagian besar masih kredit,” ujar dia.
