Jakarta, TopBusiness – PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), mulai hari ini telah mulai pembangunan pabrik kedelapannya. Rencanaya, pabrik tersebut akan rampung pada Juli 2021 nanti. Dengan pabrik baru tersebut, nantinya focus produk perseroan akan berubah yang semula produsen komoditi udang menjadi produsen nilai tambah (value added).
Hal ini seperti disampaikan oleh Martinus Soesilo, Direktur Utama PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) melalui keterangan tertulisnya yang diterima media, di Jakarta, Kamis (7/1/2021).
Kata dia, langkah tersebut sejalan dengan strategi usaha Perseroan dalam meningkatkan profitabilitas Perseroan, serta meningkatnya demand atas produk value added pada pasar utama perseroan, yakni Amerika Serikat dan Jepang.
PT Panca Mitra Multiperdana Tbk sendiri bergerak di sektor konsumen berbasis ekspor, khususnya pada sektor pengolahan udang yang berbasis di Situbondo, Jawa Timur. Dalam upaya ekspansi usahanya, emiten dengan kode perdagangan saham PMMP ini terus mengembangkan pabriknya.
Setelah sebelumnya beroperasi dengan 7 pabrik, PMMP mulai membangun pabriknya yang ke-8 yang berlokasi di Situbondo Jawa Timur dengan nilai investasi sekitar Rp75 miliar yang bersumber dari dana penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan.
“Pabrik kami yang ke-8 ini telah dimulai pembangunannya hari ini, 7 Januari. Dan kami targetkan pabrik ini akan mulai bisa beroperasi pada bulan Juli 2021. Melalui pembangunan pabrik ke-8 ini yang berlokasi di Situbondo, PMMP menargetkan untuk meningkatkan volume penjualan dan menambah varian produk value added yang akan dipasarkan perseroan,” terang Martinus.
Terkait volume dan total penjualan PMMP, dia melanjutkan, pada tahun 2020 dia memperkirakan mengalami pertumbuhan sebesar kurang lebih 18% secara year on year (YoY). Dan ini didorong oleh meningkatnya demand pelaku pasar ritel di Amerika Serikat, yang merupakan fokus penjualan perseroan.
Sedangkan pada tahun 2021 nanti, PMMP menargetkan untuk meningkatkan volume penjualan sebesar 20.000 ton atau mengalami peningkatan penjualan sekitar 12% menjadi sekitar US$190 juta hingga akhir tahun nanti.
“Rencananya, pabrik baru ini akan fokus pada produk value added sejalan dengan strategi usaha perseroan untuk meningkatkan porsi penjualan value added. Di pasar dunia saat ini potensi market untuk produk value added masih sangat besar, sementara supply-nya masih sedikit,” imbuh dia.
Sementara itu, di tengah pandemic ini, kegiatan usaha dan penjualan ekspor perseroan mengaku tidak terganggu. Dikarenakan PMMP berfokus pada pasar ekspor yang tidak terdampak efek Pandemi Covid- 19. Selain itu, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020, industri ekspor dan kebutuhan pangan juga dikecualikan dari Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Begitupun dengan lokasi produksi Perseroan yang terletak di Situbondo, Jawa Timur yang tidak terdampak PSBB ketat yang baru saja diumumkan oleh Pemerintah Pusat, kemarin.
FOTO: Istimewa

