Soal Publikasi, Waskita Sebut Tak Gaet Para Influencer

Penulis Busthomi

Jakarta, TopBusiness – Merujuk surat PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Nomor S-00181/BEI.PP3/01-2021 tanggal 8 Januari 2021 perihal Permintaan Penjelasan Bursa, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) memastikan tak menggaet para artis atau influencer yang memiliki pengikut banyak untuk mempromosikan kinerja perusahaan atau sahamnya.

“Perseroan tidak memiliki program publikasi maupun kerjasama dengan artis/influencer dalam mempromosikan saham Perseroan,” ujar Direktur Keuangan Waskita Karya, Taufik Hendra Kusuma, mengutip keterbukaan informasi BEI, Selasa (12/1/2021).

Penyebaran seluruh informasi material yang dapat mempengaruhi saham Perseroan, kata dia, dilakukan melalui media resmi seperti keterbukaan informasi melalui situs PT Bursa Efek Indonesia ini. Selain itu juga, melalui pelaksanaan Paparan Publik (Public Expose), pertemuan dengan investor dan analis pasar modal melalui Investor & Analyst Meeting, serta informasi melalui situs web atau kanal media sosial resmi Perseroan.

“Untuk itu, dapat kami sampaikan bahwa tidak terdapat hubungan afiliasi antara figur publik tersebut baik dengan Perseroan, Grup Perseroan, Jajaran Direksi dan Dewan Komisaris, Pemegang Saham Pengendali maupun Pemegang Saham Utama Perseroan,” tandasnya.

Menurut dia, dalam rangka mendukung Pasar Modal Indonesia, Perseroan selaku Perusahaan Tercatat akan senantiasa berpartisipasi dalam melakukan edukasi kepada masyarakat pasar modal dengan menghindari publikasi informasi yang menyesatkan publik.

Laju saham WSKT sendiri terus melonjak tajam usai melaksanakan penandatanganan Master Agreement perseroan dengan PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA). Dan kemudian menjadi menarik, ketika public figure seperti Yusuf Mansur mempromosikan saham WSKT, hingga kemudian BEI pun berkirim surat.

Namun disebut Taufik, pelaksanaan penandatanganan Master Agreement antara perseroan dengan PT Terregra Asia Energy Tbk merupakan bagian dari kegiatan usaha utama Perseroan sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa konstruksi.

Perjanjian tersebut memang berdasar kesepakatan kerja sama dengan total nilai investasinya mencapai Rp 12,5 trilliun. Adapun kesepakatan kerja sama ini terkait pembangunan 5 Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohydro (PLTMH) di Provinsi Sumatra Utara dan 2 PLTA di Provinsi Aceh.

Hal inilah kemudian yang mendorong pergerakan harga saham WSKT sejak awal pekan tersebut. Kemarin harga saham WSKT melesat 10,3 persen pada level 1.660. Demikian juga dengan TGRA yang meroket 34,3 persen di level 262.

FOTO: Istimewa

BACA JUGA

Tinggalkan komentar