Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Jumat (22/01/2021) akhir pekan ini diestimasikan masih mengalami tekanan terbatas. Minim sentimen positif jadi penyebabnya?
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, memperlihatkan dua bank sentral yaitu Bank Dunia Jepang (BOJ) dan European Central Bank (ECB), memutuskan untuk mempertahankan level suku bunga, sesuai dengan ekspektasi pasar. BOJ mempertahakan suku bunga di level -0,1%, sementara ECB di level 0%. ECB juga mengizinkan besaran program pembelian obligasinya tidak berubah, setelah sebelumnya ditingkatkan menjadi EUR 1,85.
Semalam, pasar saham Amerika ditutup mix di level tertinginya. Nasdaq menguat 0,55%, namun &P 500 positif 0,03% dan Dow Jones negatif 0,04%. Sementara itu, Treasury AS 10Y masih bergerak sideways di level 1,113%. Rilis data initial jobless claims menunjukan perbaikan dari pekan sebelumnya, menjadi 900 ribu (prev: 926 ribu; kontra: 910 ribu), sedikit lebih baik dari perkiraan konsensus.
Perdagangan IHSG ditutup melemah 0,25% ke level 6.413,9 kemarin, dengan pelemahan dipimpin oleh sektor finansial. Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga di level 3,75%, sesuai ekspektasi pasar. Sepanjang 2020, BI telah melonggarkan likuiditas (QE) kepada perbankan sebesar Rp 726,6 trilun. Sementara itu, pada bulan ini saja, BI telah melakukan ekspansi moneter hingga Rp 7,44 triliun.
Foto: Rendy MR
