Jakarta, TopBusiness – PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), emiten yang bergerak di sektor konsumsi berbasis ekspor khususnya pengolahan udang, meluncurkan brand baru bernama Ebinoya pada 26 Januari kemarin. Hal itu sebagai upaya memperluas ekspansi bisnis di pasar domestik.
Ebinoya sendiri telah merilis dan mendistribusikan beberapa varian produk value added, seperti Ebi Furai, Butterfly Ebi Furai, dan Shrimp Popcorn, yang merupakan frozen and ready-to-cook shrimp dan telah dipasarkan pada segmen peritel. Selain itu, untuk segmen restoran dan food services, Ebinoya juga telah memasok beberapa varian produk value added lainnya, seperti Sushi Ebi yang merupakan ready-to-eat shrimp.
Hal ini menjadi bentuk penerapan strategi bisnis Panca Mitra dalam meningkatkan volume penjualan produk value added selain yang telah dipasarkan di pasar utama perseroan, yakni Amerika Serikat dan Jepang. Peluncuran Ebinoya juga merupakan bentuk dari kesiapan perseroan dalam menangkap potensi peningkatan permintaan pasar domestik ke depannya.
Sementara itu, sebagai bentuk strategi untuk memperluas pangsa pasar domestik, Ebinoya telah meneken kontrak kerja sama dengan beberapa peritel di Indonesia, di antaranya LotteMart, Aeon, Papaya Surabaya, Yogya Group, Meat Mart Bali, Frestive Bali, dan Smarco Medan. Di segmen restoran dan food service, Ebinoya juga telah memasok beberapa restoran, seperti HokBen, Sushi Tei Surabaya, ThaiStreet Surabaya, dan Das Bistro – Soesjach Bali.
Dalam memasarkan dan mendistribusikan produknya, kini Ebinoya telah bekerjasama dengan total 7 peritel yang ke depannya diyakini akan terus bertambah sejalan dengan rencana ekspansi bisnis perseroan. Selain itu, Ebinoya juga sudah mulai dipasarkan melalui platform e-commerce, sejalan dengan perkembangan teknologi digital di Indonesia.
“Melalui ekspansi bisnis ini, kami berharap dapat melakuan penetrasi pasar lokal yang sebelumnya belum kami explore. Dengan potensi pasar lokal yang masih sangat besar, perseroan berharap melalui strategi ini dapat meningkatkan pendapatan usaha ke depannya,” kata Direktur Utama Panca Mitra Multiperdana Martinus Soesilo dalam keterangan tertulis seperti dikutip, Rabu (27/1/2021).
Dia menegaskan, peluncuran produk baru tersebut merupakan salah satu strategi perseroan untuk menambah porsi penjualan produk value added dan memperluas segmen pemasaran selain pasar ekspor. “Kami terus berusaha mencari peluang usaha dengan menambah varian produk kami dari apa yang dapat diterima dengan baik oleh konsumen,” ujar Martinus.
Di tengah pandemi Covid-19, Panca Mitra Multiperdana tetap mampu menghasilkan kinerja keuangan yang ciamik, dengan kenaikan volume penjualan sebesar 14% (YoY Juni 2020). Selain itu, penjualan perseroan mencapai US$ 83,3 juta pada Juni 2020 atau naik sebesar US$ 9,3 juta (12,6%) dari penjualan Juni 2019 sebesar US$ 74 juta.
Perseroan juga mencatatkan laba bersih sebesar US$ 5,3 juta pada Juni 2020 atau naik sebesar US$ 4,6 juta (630%) dari laba bersih pada Juni 2019 sebesar US$ 0,7 juta.
