Jakarta, TopBusiness – Emiten tekstil dan garmen, PT Pan Brohters Tbk (PBRX) secara resmi telah mengantongi persetujuan untuk menggelar aksi korporasi berupa peneritan surat utang global atau global bonds senilai US$ 350 juta atau setara Rp4,9 triliun dengan kurs saat ini Rp14.000 per USD.
Hal ini berdasar hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar perseroan di Graha CIMB Jakarta, di Jakarta, Selasa (26/1/2021). Dalam RUPS tersebut salah satu agendanya adalah menyetujui aksi korporasi perseroan tersebut.
“Rapat Umum Pemegang Saham PT Pan Brothers Tbk (PBRX) pada 26/1/2021 telah menyetujui penerbitan Surat Utang sebesar-besarnya US$350 juta. Bonds tersebut akan jatuh tempo pada 2026 dan akan dicatatkan di Bursa Efek Singapura (SGX),” demikian disebutkan Iswardeni, Corporate Secretary Perseroan kepada TopBusiness, di Jakarta, Rabu (27/1/2021).
Surat utang tersebut, kata dia, dijamin oleh PBRX dan entitas anak perseroan yang penggunaannya untuk melunasi pinjaman PBRX dan entitas anak senilai US$171,08 juta yang jatuh tempo pada Januari 2022.
“Selain itu, juga untuk pembiayaan kembali (refinancing) utang sindikasi senilai US$138,50 juta. Dan untuk sisanya bakal digunakan sebagai modal kerja PBRX,” tutur dia.
Sebelumnya, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) disebutkan, global bonds PBRX ini memiliki bunga maksimal 11% per tahun. Penerbitan surat utang ini termasuk transaksi material karena nilai obligasi lebih dari 50% ekuitas perusahaan.
Dalam keterbukaan tersebut, setelah dikurangi biaya emisi dan lain-lain, dana hasil penerbitan surat utang itu tersebut bakal digunakan untuk pembiayaan kembali (refinancing) dua utang Pan Brothers. Kemudian sisanya akan dimanfaatkan sebagai modal kerja perusahaan.
Kewajiban pertama adalah utang sindikasi sebesar US$138,5 juta. Jumlah tersebut belum termasuk bunga dan biaya lain-lain. Besaran bunga dan biaya lain yang harus dibayarkan pada bulan Januari 2021 diperkirakan sebesar US$332 ribu.
Kewajiban kedua, global notes dengan jumlah pokok terutang sebesar US$171,08 juta. Besaran tersebut juga belum termasuk kupon dan biaya lainnya. Bunga dan biaya lain yang harus dibayarkan pada bulan Januari 2021 diperkirakan sebesar US$6,5 juta.
Namun, bila obligasi global yang diterbitkan tidak bisa mencapai US$ 350juta, maka prioritas penggunaan dana adalah untuk refinancing global notes dengan pokok terutang senilai US$171,08 juta.
Obligasi global sebesar US$350 juta ini rencananya diterbitkan dengan skema pembayaran pokok pada akhir jatuh tempo. Dengan begitu, manajemen Pan Brothers berharap, perusahaan dapat tetap menjaga likuiditas keuangan.
FOTO: Ilustrasi RUPST PT Pan Brothers Tbk (PBRX) yang digelar beberapa waktu lalu sebelum pandemi covid-19. (Istimewa)
