Jakarta, TopBusiness—Selama tiga tahun terakhir pemanfaatan SRG (Sistem Resi Gudang) untuk komoditas tani, terus menunjukkan pertumbuhan positif. Tercatat pada 2019 nilai transaksi SRG mengalami pertumbuhan sebesar 11 persen dari tahun sebelumnya. “Pada 2020, nilai transaksi Resi Gudang tercatat telah mencapai Rp190,94 miliar atau tumbuh sebesar 72 persen dibandingkan periode 2019,” kata Wakil Menteri Perdagangan RI (Wamendag), Jerry Sambuaga,” via keterangan tertulis pada pagi tadi.
SRG telah dilaksanakan di sejumlah wilayah di Indonesia dengan jumlah 158 gudang yang terdiri atas milik pemerintah dan swasta. Hingga 2020, terdapat 85 pengelola gudang SRG yang telah mendapatkan persetujuan dari Bappebti dan terdapat 52 lembaga penilaian kesesuaian SRG yang mendukung pelaksanaan SRG di Indonesia.
Nilai pembiayaan berbasis SRG juga mengalami peningkatan. Pada 2020 nilai pembiayaan yang disalurkan telah mencapai Rp114,31 miliar atau naik 70 persen dibandingkan tahun 2019. “Adapun jenis komoditas yang telah diterbitkan resi gudangnya juga semakin beragam, antara lain gabah/beras, jagung, kopi, kakao, rumput laut, rotan, lada, garam, timah, ikan, dan ayam karkas beku,” kata wamendag.
Wamendag pun mengajak pemangku kepentingan memaksimalkan pemanfaatan SRG di daerah. Hal ini disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Selasa (26/1). Sebelumnya, wammendag juga meninjau gudang SRG dengan teknologi Controlled Atmosphere Storage (CAS) di Brebes.
