Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi masih akan melanjutkan pola pelemahannya. Hal ini tak lepas dari adanya sinyal negatif yang mengganggu Indeks.
Menurut analis pasar modal dari Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama, IHSG ditutup melemah 0.50% di level 6109.17 pada perdagangan kemarin, 27 Januari 2021. Dan untuk hari ini, berdasarkan indikator, MACD sebetunya telah membentuk pola dead cross di area positif.
Namun untuk Stochastic dan RSI mulai menunjukkan adanya sinyal negatif. Untungnya, kata dia, sudah terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG. “Sehingga sebetulnya, sudah ada peluang menuju ke resistance terdekat,” kata Nafan di Jakarta, Kamis (28/1/2021).
Dengan kondisi tersebut, kata dia, berdasarkan rasio Fibonacci diproyeksi untuk level support maupun resistance IHSG akan berada pada kisaran 6064.55 hingga 6195.15.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:
– BEST, dengan daily (153). RoE: -3.31%; PER: -10.04x; EPS: -14.93; PBV: 0.33x; Beta: 1.69. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 200, sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area 148 – 153, dengan target harga secara bertahap di level 163, 198 dan 234. Support: 148 & 136.
– INTP, dengan daily (14275). RoE: 6.58%; PER: 35.53x; EPS: 402.43; PBV: 2.33x; Beta: 1.39. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 14200 – 14300, dengan target harga secara bertahap di level 14875, 17250 dan 19625. Support: 13850 & 13075.
– MAIN, dengan daily (710). RoE: -4.98%; PER: -15.93; EPS: -43.95; PBV: 0.81x; Beta: 2.16. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level level 685 – 710, dengan target harga secara bertahap di level 755, 785, 810 dan 915. Support: 660 & 625.
– MNCN, dengan daily (1100). RoE: 12.79%; PER: 8.97x; EPS: 122.09; PBV: 1.14x; Beta: 1.8. Terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada level 1060 – 1100, dengan target harga secara bertahap di 1160, 1390 and 1620. Support: 1060 & 985.
– MYOR, dengan daily (2840). RoE: 18.53%; PER: 29.79x; EPS: 92.65; PBV: 5.51x; Beta: 0.19. Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada level 2750 – 2840, dengan target harga secara bertahap di 2880 dan 2950. Support: 2730.
– SMGR, dengan daily (11575). RoE: 5.76%; PER: 35.37x; EPS: 348.43; PBV: 2.05x; Beta: 1.64. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 11125 – 11575, dengan target harga secara bertahap di level 11900, 11300, 12625 dan 13950. Support: 10700 & 9925.
FOTO: TopBusiness
