Jakarta, TopBusiness – PT Kalbe Farma Tbk menargetkan uji klinis tahap ketiga vaksin Covid-19 bisa tuntas dalam enam bulan ke depan. Dalam uji klinis tersebut, Kalbe menggandeng Genexin Korea.
Kalbe menargetkan vaksin tersebut bisa mendapatkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization dari BPOM pada kuartal III 2021.
“Uji klinis vaksin termasuk dengan partner kami dari Korsel ini sedang berlangsung, mudah-mudahan kita selesaikan dalam I atau II kuartal ke depan,” kata Direktur Utama Kalbe, Vidjongtius kepada media seperti dikutip, Jumat (29/1/2021).
Menurutnya, dampak terhadap kinerja keuangan lebih besar pendapatan dari vaksin Covid-19 yang dibuat sendiri daripada upaya perseroan membantu distribusi vaksin yang ditargetkan pemerintah.
“Kalau punya sendiri itu, dampaknya akan lebih besar, satu vaksin kira-kira mungkin dijual US$10, ketika bisa menjual 1 juta unit bisa US$10 juta. Secara kasar potensi lebih besar, sementara yang kolaborasi dengan pemerintah, distribusi dan penanganan langsung vaksinasi, belum tahu persis alokasinya berapa banyak,” urai Vidjongtius.
Adapun, pada upaya membantu distribusi vaksinasi Covid-19 yang menjadi program pemerintah, KLBF fokus pada persiapan layanan lebih yang didahulukan, baru bicara bisnisnya.
Selain vaksin, kata dia, Kalbe juga mengembangkan obat Covid-19 berbahan herbal. Dia mengatakan, sumber bahan baku obat ini 100 persen dari Indonesia. Vidjongtius mengatakan, Kalbe mendukung pemerintah dalam mempromosikan protokol kesehatan Covid-19.
Edukasi tersebut diberikan agar penyebaran virus corona bisa dikendalikan. Pengembangan vaksin Covid-19 dikerjakan oleh anak usaha Kalbe, PT Kalbe Genexine Biologics (KGBio).
Baru-baru ini, perusahaan asal AS, General Atlantic menggelontorkan dana 55 juta dolar AS kepada KGBio untuk menjadi pemegang saham signifikan minoritas.
Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius menuturkan pihaknya menyiapkan vaksin Covid-19 ini untuk membantu kebutuhan masyarakat sekaligus memenuhi target bisnis perseroan.
