TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

HK Butuh Pendanaan untuk Selesaikan PSN JTTS

Albarsyah
29 January 2021 | 14:20
rubrik: BUMN
HK Butuh Pendanaan untuk Selesaikan PSN JTTS

Jakarta,  TopBusiness –  PT Hutama Karya (Persero) (HK) sebagai Badan Usaha Milik Negara  (BUMN) yang tengah diberikan mandat oleh Pemerintah Indonesia untuk membangun Jalan Tol Trans  Sumatera (JTTS) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2015, baru saja melaksanakan  Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada Rabu, (27/1).

Pekerjaan Konstruksi di JTTS Ruas Sigli-Banda Aceh seksi 3

Dalam penyelenggaraan tersebut, HK berhasil mencapai kuorum. Dengan kata lain, seluruh usulan RUPO yang diajukan  sebagai emiten disetujui oleh para pemegang obligasi atau bondholder. 

Executive Vice President (EVP) Divisi Sekretaris Perusahaan HK, Muhammad Fauzan, menyampaikan bahwa saat ini portfolio bisnis perusahaan tengah bertransformasi dari mayoritas jasa  konstruksi menuju perusahaan konstruksi dan investasi. “Atas penugasan Pembangunan JTTS oleh Pemerintah Indonesia, Hutama Karya mendapat dukungan dari pemerintah seperti penambahan penyertaan modal negara (PMN), penambahan aset tidak berwujud dari investasi tol, hingga  meningkatnya hak konsesi jalan tol selaras dengan meningkatnya jaminan pemerintah kepada  perusahaan. Oleh karena itu, dalam agenda RUPO kemarin, kami mengusulkan beberapa key points kepada para bondholders yakni penyesuaian perjanjian perwaliamanatan sehingga align dengan lajur  bisnis perusahaan saat ini.” tutur Fauzan, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi TopBusiness.id.

Lebih lanjut, Fauzan menyampaikan dari keseluruhan agenda Rapat Umum Pemegang Obligasi  Berkelanjutan Hutama Karya, perusahaan berhasil mencapai kuorum. “RUPO kemarin terdiri dari  Tahap I tahun 2016, Tahap II tahun 2017, dan Tahap III tahun 2017. Hasilnya, RUPO mencapai kuorum. Kami berterima kasih kepada para pemegang obligasi, yang masih memberikan kepercayaan kepada  Hutama Karya, khususnya dalam menjalankan penugasan JTTS. Meski kerapkali dihadapkan dengan tantangan, baik di lapangan atau dari segi pendanaan dalam membangun mega proyek ini, namun  perusahaan optimis mampu menyelesaikan proyek yang juga masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional  (PSN),” jelas Fauzan. 

BACA JUGA:   Kawasan Industry Menanti Kepastian Hukum

Fauzan menambahkan bahwa meski saat ini HK telah mengantongi kepercayaan  para bondholder dan investor terhadap Pembangunan JTTS, namun perusahaan menyadari masih  banyak tantangan berat yang akan dihadapi, termasuk dari sisi pendanaan. Oleh karena itu berbagai skema creative financing pun dilakukan HK untuk percepatan Pembangunan JTTS. 

“Beberapa skema pendanaan yang saat ini tengah dilakukan antara lain melalui penyertaan modal  negara (PMN), obligasi perusahaan yang dijamin oleh pemerintah, pinjaman dari Lembaga Keuangan  yang dijamin oleh pemerintah, dan pendanaan lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan,”  imbuh Fauzan.

Ditengah Pandemi Covid-19 dan pembangunan infrastruktur yang tetap harus terus berjalan, HK menyiasati penyelesaian PSN yang dimana dalam pelaksanaannya menjadi program prioritas  dari Pemerintah Indonesia dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan  pembangunan, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan di daerah.




  • Pekerjaan Konstruksi Interchange di Ruas JTTS Binjai-Langsa seksi Binjai-Stabat



  • Pekerjaan Konstruksi Interchange di Ruas JTTS Sigli-Banda Aceh seksi 2

Pemerintah telah berkomitmen  untuk mempercepat Pembangunan JTTS melalui penyertaan modal kepada Hutama Karya dalam  bentuk PMN dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Sebagai contoh, di tahun 2020, Hutama Karya mendapatkan PMN sebesar IDR 3.5 Tn dan tambahan PMN melalui Program PEN sebesar IDR 7.5 Tn yang membuktikan bahwa Pembangunan JTTS merupakan Proyek Prioritas  Pemerintah yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Di tahun 2021 sendiri, Hutama  Karya akan menerima tambahan PMN sebesar IDR 6.2 Tn yang telah dianggarkan oleh pemerintah  dalam RAPBN 2021. Selain itu, perusahaan saat ini sedang mengajukan tambahan PMN sebesar IDR  19 Tn kepada pemerintah,” tutup Fauzan, EVP Sekretaris Perusahaan HK.

Hingga saat ini, Hutama Karya telah mengoperasikan secara penuh beberapa ruas di JTTS yakni Tol  Bakauheni – Terbanggi Besar (141 Km), Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung  (189 Km), Tol Palembang – Indralaya (22 Km), Tol Medan – Binjai seksi 2 & 3 (15 Km), Tol Pekanbaru  – Dumai (132 Km), dan Tol Sigli – Banda Aceh seksi 4 Indrapuri – Blang Bintang (14 Km). Sehingga  total panjang JTTS yang tengah dibangun oleh Hutama Karya dalam tahap I yakni ±1.156 Km dengan  643 Km ruas konstruksi dan 513 Km ruas operasi. 

Previous Post

Wamendag: Game Daring Potensi Diekspor

Next Post

Diresmikan Bupati Bandung, RSUD Otista Karya PTPP Mulai Beroperasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR