Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi mulai berbalik menguat. Kondisi ini sesuai dengan adanya sentiment positif yang mulai marak dan menopang pergerakan Indeks hari ini.
Menurut M. Nafan Aji Gusta Utama, analis pasar modal dari Binaartha Sekuritas, IHSG berhasil ditutup menguat signifikan 3.50% di level 6067.55 pada perdagangan kemarin, 1 Februari 2021. Dan untuk pasar hari ini, berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Meskipun memang, untuk Stochastic dan RSI sudah berada di area netral.
“Namun, tetap sudah terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG, sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat,” tutur Nafan dalam Binaartha Technical Research, di Jakarta, Selasa (2/2/2021).
Dia melanjutkan, katalis positif yang menopang Indeks pada perdagangan kemarin dan hari ini adalah sentiment terjadinya stabilitas inflasi di Tanah Air usai pengumuman dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kemudian, adanya tren positif dari PMI Manufaktur Indonesia, ekspansifnya kinerja PMI Manufaktur di negara-negara perekonomian maju, serta tren kenaikan harga komoditas dunia.
Dengan kondisi tersebut, dia menegaskan, berdasarkan rasio fibonacci, untuk level support maupun resistance IHSG bakal berada pada kisaran 5853.26 hingga 6179.13.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:
– BBCA, dengan daily (34125). RoE: 14.51%; PER: 31.17x; EPS: 1,094.81; PBV: 4.52x; Beta: 0.95. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area 33000 – 34125, dengan target harga secara bertahap di level 34425, 35300, 36025, 37600 dan 39050. Support: 33000 & 31700.
– JSMR, dengan daily (4590). RoE: 0.87%; PER: 159.45x; EPS: 28.79; PBV: 1.38x; Beta: 1.54. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 4100 – 4590, dengan target harga secara bertahap di level 4650, 4930, 5200, 5325 dan 6100. Support: 4100 & 3900.
– TLKM, dengan daily (3230). RoE: 18.22%; PER: 14.39x; EPS: 224.40; PBV: 2.62x; Beta: 0.76. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area 3040 – 3230, dengan target harga secara bertahap di level 3330, 3540, 4040 dan 4540. Support: 3040 & 2920.
– UNTR, dengan daily (23850). RoE: 10.89%; PER: 11.92x; EPS: 1923.71; PBV: 1.31x; Beta: 0.81. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 22000 – 23850, dengan target harga secara bertahap di 24100, 25175, 27725, 30250 dan 34500. Support: 22000, 21300 & 20100.
– UNVR, dengan daily (7025). RoE: 92.42%; PER: 36.91x; EPS: 190.32; PBV: 36.16x; Beta: 0.48. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 6800 – 7025, dengan target harga secara bertahap di level 7200, 7725, 8950 dan 10175. Support: 6800 & 6500.
FOTO: TopBusiness
