Jakarta, TopBusiness – Membaiknya kinerja keuangan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Holding, membuat perseroan sejak tahun 2020 tidak lagi menggunakan dana bank untuk investasi. Perseroan memilih untuk menggunakan dana sendiri untuk pengembangan usaha.
“Kita menggunakan dana sendiri. Karena apabila perusahaan dikelola dengan benar maka tidak ada istilahnya PTPN itu rugi dan mestinya harus untung,” ujar Direktur Utama PTPN III Holding, Mohammad Abdul Ghani kepada media seperti dikutip Selasa (2/2/2021).
Ia menjelaskan, dari sisi keuangan, jumlah aset meningkat sebesar 132 triliun atau tumbuh 3,8%, sedangkan revenue perseroan mencapai Rp 39,6 triliun atau tumbuh 11,6% dan ekuitas meningkat 9,8% menjadi Rp 54,6 triliun.
Selain itu, pada periode Desember 2020 juga mencatatkan kenaikan EBITDA menjadi Rp 6,5 triliun atau naik 59,2% dibanding periode sama tahun lalu dan terjadi penurunan rugi perseroan (net loss) cukup signifikan. “Sehingga jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 sehingga hal ini menunjukkan ada perbaikan kinerja dari sisi keuangan,” katanya.
Menurut Ghani, perbaikan kinerja keuangan akan menjadi kunci penting keberhasilan transformasi bisnis karena bisa memastikan keberlanjutan PTPN Group ke depannya. Sementara itu, jika melihat di tahun 2020 dengan kenaikan EBITDA sekitar Rp 6,5 triliun, PTPN III tidak lagi menggunakan dana bank untuk melakukan investasi.
“Dengan adanya keuntungan korporasi tentunya dapat digunakan untuk melakukan dividen, cadangan modal untuk aksi korporasi serta untuk melakukan investasi,” kata dia.
